Sinergi ketat antara Satuan Tugas Pengamanan (Satgaspam) TNI Angkatan Laut Bandara Internasional Juanda, Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Tipe Madya Pabean Juanda, serta Airport Security kembali membuahkan hasil. Jumat (30/10), mereka berhasil menggagalkan upaya penyelundupan serbuk emas ke luar negeri yang disembunyikan di dalam tubuh dua warga negara asing asal India.
Kedua pelaku merupakan calon
penumpang AirAsia penerbangan QZ-322 tujuan Kuala Lumpur, Malaysia. Mereka
mencoba membawa emas dengan modus body
inserter menyembunyikan kapsul berisi serbuk emas di dalam rongga
tubuh.
Pengungkapan kasus dimulai
dari atensi petugas Bea Cukai yang menduga ada calon penumpang membawa
komoditas emas ilegal. Menindaklanjuti informasi itu, tim gabungan dari
Satgaspam TNI AL, Bea Cukai, dan Airport Security melakukan pemantauan serta
penyisiran di seluruh area Terminal 2. Kedua WNA kemudian ditemukan di area
Gate 2 dan langsung dibawa ke Posko Bea Cukai untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Pemeriksaan fisik awal belum
menemukan barang mencurigakan. Namun, pemeriksaan medis menggunakan rontgen di
RSAL dr. Soekantyo Jahja Puspenerbal menunjukkan masing-masing tiga benda
berbentuk kapsul besar di dalam perut kedua tersangka. Setelah tindakan medis,
enam kapsul berhasil dikeluarkan. Berat bruto keseluruhan mencapai 2.142,11
gram.
Kedua WNA mengakui bahwa
kapsul tersebut berisi serbuk emas yang dikemas menggunakan kondom dan
disembunyikan di dalam tubuh. Mereka mengaku memperoleh serbuk emas itu saat
berada di Banjarmasin.
Barang bukti kemudian dibawa
ke Balai Laboratorium Bea Cukai Kelas II Surabaya. Hasil uji laboratorium
memastikan seluruh kapsul positif mengandung emas murni. Dari WNA berinisial
ANZ ditemukan 1.130,57 gram dengan kadar 23,88 karat, sementara dari WNA
berinisial SRJ ditemukan 989,34 gram dengan kadar 24 karat. Total serbuk emas
yang diamankan mencapai 2.119,91 gram atau sekitar 2,1 kilogram, dengan nilai
estimasi Rp5.397.290.860.
Keberhasilan operasi ini
menjadi bukti nyata koordinasi lintas instansi dalam mengamankan objek vital
nasional Bandara Internasional Juanda. Komandan Lanudal Juanda Kolonel Laut (P)
Henoch Nasarius Virzawan, S.E., M.Tr.(Han)., menegaskan komitmen itu.
“Satgaspam TNI AL
Bandara Juanda sebagai unsur pengamanan di bawah Pangkalan Udara TNI Angkatan
Laut (Lanudal) Juanda Puspenerbal senantiasa berkomitmen meningkatkan
kewaspadaan dan memperkuat koordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan
bandara guna menjamin keamanan dan kelancaran aktivitas penerbangan,”
tegasnya.
Saat ini kedua WNA beserta
barang bukti diamankan di KPPBC Tipe Madya Pabean Juanda. Proses penyidikan
dilanjutkan oleh Bea Cukai Juanda dengan koordinasi pengawasan (Korwas) dari
Polresta Sidoarjo sesuai ketentuan yang berlaku.
Kasus ini sekaligus menegaskan
peran TNI Angkatan Laut melalui Lanudal Juanda dalam mendukung pemberantasan
penyelundupan dan menjaga keamanan pintu masuk serta keluar negara, sesuai
arahan Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali. Metode
body packing yang digunakan para pelaku merupakan salah satu modus klasik yang
masih sering dijumpai dalam upaya menyelundupkan barang berharga bernilai
tinggi melalui jalur udara.
.jpeg)


Posting Komentar