Gagal di Check-in: Ribuan Benih Lobster Jaringan Internasional Diamankan di Bandara Juanda



Upaya penyelundupan benih bening lobster (BBL) skala besar digagalkan di Terminal 2 Bandara Internasional Juanda pada Sabtu, 22 Agustus 2026. Tim Satuan Tugas Pengamanan TNI AL bersama Airport Security berhasil mengamankan sekitar 30.789 ekor BBL yang akan dikirim ke Singapura. Kejadian bermula sekitar pukul 08.37 WIB saat petugas counter check-in mencurigai gerak-gerik seorang calon penumpang berinisial IWJ (58). Gestur panik dan keterangan yang tidak meyakinkan saat proses profiling membuat petugas waspada. Memanfaatkan keramaian antrean, pelaku sempat melarikan diri dan meninggalkan sebuah koper kargo berwarna abu-abu.

 

Koper yang ditinggalkan segera diperiksa. Hasil pemindaian X-Ray memperlihatkan gumpalan bahan organik berwarna oranye. Setelah dilakukan pemeriksaan manual, ditemukan 17 kantong plastik berisi benih lobster yang dikemas rapi bersama es batu dan dibungkus kertas koran. Rinciannya: 15 kantong masing-masing berisi 2.000 ekor (total 30.000), satu kantong berisi 400 ekor, dan satu kantong lagi berisi 389 ekor. Barang tersebut rencananya akan diberangkatkan menggunakan maskapai Scoot Airlines dengan nomor penerbangan TR-297 menuju Singapura.

 

Penyelundupan benih lobster masih menjadi tantangan serius karena menyangkut kelestarian sumber daya hayati laut. Penangkapan dan perdagangan BBL diatur ketat untuk mencegah overeksploitasi. Kasus di Juanda ini menunjukkan bagaimana jaringan internasional memanfaatkan jalur udara untuk menghindari pengawasan di pelabuhan.

 

Saat ini pelaku masih berstatus buron. Tim gabungan telah memeriksa rekaman CCTV dan menyisir seluruh area Terminal 2 untuk melacak keberadaannya. Barang bukti diserahkan kepada Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan (BKHIT) Jawa Timur untuk proses pencacahan dan penanganan lebih lanjut. Untuk penyelidikan dan pengembangan kasus, perkara dilimpahkan kepada Polresta Sidoarjo.

 

Keberhasilan pengamanan ini menjadi bagian dari upaya bersama menjaga kewaspadaan di titik-titik strategis serta melindungi aset kelautan nasional. Sinergi antarunsur di bandara terbukti efektif dalam mendeteksi dan menghentikan upaya penyelundupan sebelum barang berbahaya atau dilindungi meninggalkan wilayah Indonesia.

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama