Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali terjadi di wilayah Kabupaten Tanjung Jabung Timur, Jambi. Kali ini, api membakar area perkebunan sawit milik warga di Desa Rawasari, Kelurahan Simpang, Kecamatan Berbak, pada Selasa (25/08).
Kobaran api pertama kali
terpantau sekitar pukul 16.30 WIB. Saat itu, terlihat kepulan asap pekat dari
arah barat daya kawasan Pos Simpang Tua. Temuan tersebut kemudian dilaporkan
dan ditindaklanjuti dengan koordinasi bersama aparat serta masyarakat di
sekitar lokasi.
Tim gabungan tiba di titik
kebakaran sekitar pukul 17.20 WIB. Proses pemadaman dilakukan secara
bersama-sama dengan melibatkan tim penanggulangan karhutla daerah, personel
kepolisian, masyarakat, serta unsur lainnya di lapangan.
Luas lahan yang terbakar
diperkirakan mencapai sekitar 4 hektare. Selain memadamkan api, petugas juga
berupaya melakukan isolasi dan penyekatan agar kobaran tidak meluas ke
perkebunan maupun lahan lain di sekitarnya.
Kondisi angin, jenis vegetasi
yang terbakar, serta kondisi lahan menjadi sejumlah faktor yang perlu
diperhatikan dalam penanganan karhutla. Karena itu, kecepatan respons menjadi
penting untuk mencegah titik api berkembang menjadi kebakaran yang lebih besar.
Tidak ada korban jiwa dalam
kejadian tersebut. Sementara itu, penyebab pasti kebakaran dan nilai kerugian
material masih dalam proses penyelidikan pihak berwenang.
Penanganan karhutla di wilayah
ini juga menunjukkan pentingnya kolaborasi antara aparat, pemerintah daerah,
dan masyarakat. Respons cepat di tingkat lokal menjadi salah satu kunci untuk
membatasi penyebaran api, terutama ketika kebakaran terjadi di area perkebunan
yang berdekatan dengan lahan lainnya.
Kepala Staf Angkatan Laut
(Kasal) Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali sebelumnya juga menekankan pentingnya
kesiapsiagaan personel di wilayah pesisir untuk membantu masyarakat menghadapi
berbagai kondisi darurat serta membangun sinergi dengan instansi terkait.
Dalam kasus kebakaran di
Berbak ini, unsur Babinpotmar Pos Simpang Tua Lanal Palembang turut bergabung
dalam upaya pemadaman bersama tim daerah, kepolisian, dan warga. Keterlibatan
berbagai unsur tersebut menjadi bagian dari upaya bersama untuk memastikan api
dapat dikendalikan dan tidak menimbulkan dampak yang lebih luas.

Posting Komentar