Titik Terang di Hari Kesepuluh: Satu Korban KM Putri Sakinah Ditemukan di Perairan Padar



Labuan Bajo – Upaya pencarian korban tenggelamnya KM Putri Sakinah di perairan Pulau Padar, Labuan Bajo, akhirnya membuahkan hasil. Memasuki hari kesepuluh pencarian sejak insiden pada 26 Desember 2025 lalu, Tim SAR Gabungan berhasil menemukan satu jenazah yang diduga merupakan warga negara asing (WNA) asal Spanyol.

 

Perjuangan tim di lapangan bukanlah hal mudah. Sejak pagi buta, ratusan personel telah bersiap menyisir luasnya lautan. Kepala Kantor SAR Maumere selaku SAR Mission Coordinator (SMC), Fathur Rahman, menjelaskan bahwa fokus tim hari ini adalah memaksimalkan seluruh sumber daya yang ada.

 

"Tim SAR Gabungan hari ini melaksanakan pencarian tiga WNA Spanyol yang memasuki hari kesepuluh, dengan melaksanakan penyisiran di pulau-pulau terdekat, penurunan sonar, serta penyelaman," ungkap Fathur.

 

Upaya yang dilakukan secara teliti tersebut akhirnya menemui titik terang pada pagi hari tadi. Sekitar pukul 08.47 WITA, sebuah objek ditemukan mengapung di koordinat $8^\circ36'32.58''S - 119^\circ36'32.22''E$. Lokasi penemuan ini berjarak sekitar 1,13 Nautical Mile dari lokasi awal kejadian.



Fathur Rahman merincikan proses evakuasi yang dilakukan sesaat setelah penemuan tersebut:

 

"Tepat pukul 08.47 WITA pagi tadi, Tim SAR Gabungan menemukan satu jenazah diduga korban KM Putri Sakinah oleh Tim RIB KPJ 2007 (Ditpolair Polda NTT). Selanjutnya, korban dievakuasi menuju KN SAR Puntadewa untuk dibawa ke Pelabuhan Marina Labuan Bajo. Jenazah kemudian akan diidentifikasi oleh tim forensik DVI Polres Manggarai Barat di RSUD Komodo."

 

Keberhasilan penemuan ini merupakan hasil kerja keras dan kolaborasi besar-besaran. Tidak kurang dari 160 personel dari 28 unsur berbeda bersatu padu dalam misi kemanusiaan ini. Mulai dari Basarnas, TNI AL, Kepolisian, hingga keterlibatan aktif para penyelam profesional dari Gahawisri dan komunitas menyelam setempat seperti Wetfrog Dive dan Scuba Republic.



Tak hanya mengandalkan tenaga manusia, pencarian ini juga diperkuat dengan teknologi mutakhir. Sebanyak 18 unit alutsista air dikerahkan, termasuk kapal patroli dan speed boat. Untuk menjangkau area yang sulit dilihat mata telanjang, tim juga menggunakan Drone Thermal, sistem sonar 2D dan Multi Beam Sonar, hingga peralatan komunikasi satelit Starlink untuk memastikan koordinasi tetap lancar di tengah laut.

 

Meski satu korban telah ditemukan, tugas Tim SAR Gabungan belum usai. Doa dan dukungan terus mengalir bagi tim yang masih berjuang di lapangan, dengan harapan korban lainnya dapat segera ditemukan agar keluarga yang menanti mendapatkan kepastian.

 

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama