Gotong Royong Bangun Empat Jembatan Gantung, Warga: Dapat Menjual Hasil Kebun Ke Pasar


Banjir bandang yang melanda Kecamatan Putri Betung, Gayo Lues, beberapa waktu lalu meninggalkan tantangan berat bagi warga. Akses yang terputus membuat aktivitas sehari-hari, terutama akses menuju perkebunan, menjadi terhambat. Namun, semangat untuk bangkit kini mulai terlihat di sepanjang aliran sungai.

 

Sejak Senin (26/1/2026), suasana di beberapa desa berubah menjadi penuh semangat. Warga bahu-membahu membangun kembali empat unit jembatan gantung yang sempat rusak diterjang bencana. Di tengah deru air sungai, personel dari Polres Gayo Lues hadir bukan sekadar untuk berjaga, melainkan ikut turun tangan mendampingi masyarakat menyelesaikan pembangunan ini.

 

Kapolres Gayo Lues, AKBP Hyrowo, yang memimpin langsung pendampingan di lapangan, menjelaskan bahwa langkah ini merupakan bentuk empati atas kesulitan yang dialami warga. Menurutnya, jembatan ini adalah urat nadi ekonomi bagi masyarakat setempat.

 

“Jembatan yang dibangun ini merupakan penghubung masyarakat dari perkampungan menuju kebun dan pasar,” ujar AKBP Hyrowo di sela-sela kegiatan gotong royong.

                                                                                     

Pengerjaan ini tersebar di beberapa titik krusial. Di Desa Pungke Jaya, warga bersama personel kepolisian fokus mengganti akses lama yang rusak parah. Sementara itu, pemandangan serupa terlihat di Desa Jeret Onom dan Desa Gumpang Lempuh, di mana pembangunan jembatan gantung dilakukan secara kolektif demi mempercepat pemulihan mobilitas.

 

Rasa syukur pun terpancar dari wajah para penduduk. Ali Hanafiah (43), salah seorang warga Desa Jeret Onom, menceritakan betapa sulitnya mereka bertahan hidup saat akses jembatan terputus.

 

“Sejak jembatan rusak, kami sangat kesulitan membawa hasil kebun. Alhamdulillah, kini masyarakat bisa kembali berkebun dan membawa hasil bumi ke pasar," ungkap Ali dengan lega.

 

Tak berhenti di tiga titik tersebut, rencana pembangunan satu jembatan tambahan di Desa Ramung Toa juga sudah disiapkan. Tujuannya satu: memastikan seluruh wilayah terdampak benar-benar pulih dan bisa kembali beraktivitas dengan normal.

 

Kini, dengan kembali tersambungnya jembatan-jembatan tersebut, warga Putri Betung perlahan bisa menata kembali kehidupan mereka. Ekonomi yang sempat tersendat diharapkan kembali bergerak, membawa harapan baru bagi kemakmuran masyarakat Gayo Lues.

 

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama