TNI AL Kerahkan Kapal Perang, Tim SAR Perluas Cakupan: Upaya Intensif Cari Delapan Orang Hilang di Perairan Anak Krakatau



Respons cepat TNI Angkatan Laut menjadi salah satu tulang punggung operasi pencarian dan pertolongan (SAR) terhadap delapan orang yang hilang kontak di perairan Selat Sunda, Kabupaten Pandeglang, Banten. Mereka berangkat dari Dermaga Pagedongan, Carita, Senin (7/9/2026) sekitar pukul 14.00 WIB menggunakan speedboat untuk meliput aktivitas Gunung Anak Krakatau yang tengah meningkat. Komunikasi terakhir tercatat pukul 14.42 WIB saat salah satu penumpang membagikan titik lokasi, sebelum sinyal sepenuhnya terputus sekitar pukul 15.04 WIB di koordinat sekitar 6°14'40.52"S 105°40'49.48"T.

 

Lanal Banten segera mengerahkan KAL Anyer I.3-64 dan RHIB Peucang untuk menyisir sektor-sektor yang diduga menjadi lokasi terakhir. Lanal Lampung turut menyiapkan KAL Siaga, sementara tiga kapal perang, KRI Leuser-924, KRI Kerambit-627, dan KRI Lepu-861, dikerahkan untuk memperluas jangkauan dan memperkuat koordinasi di Selat Sunda. Langkah ini mencerminkan sinergi antarunsur dalam menghadapi situasi darurat di kawasan vulkanik yang dinamis, di mana abu dan kondisi laut bisa mempersulit operasi.

 



Sementara itu, Tim SAR Gabungan juga memulai penyisiran sejak pukul 07.00 WIB dengan membagi kekuatan menjadi empat Search and Rescue Unit (SRU). SRU 1 menggunakan KN SAR Tetuka 247 merencanakan rute 68,3 nautical mile dengan jarak antarjalur 3 NM. SRU 2 mengoperasikan KAL Anyer sejauh 69,5 NM dengan spacing serupa. SRU 3 mengandalkan RIB 01 Lampung untuk 67 NM dengan spacing lebih rapat 1 NM, sementara SRU 4 fokus menyisir sekitar Pulau Rakata dan Pulau Panjang menggunakan RIB 02 Banten berdasarkan evaluasi sebelumnya.

 

Selain armada utama, operasi didukung KP Sanjaya, sejumlah RIB tambahan dari Lampung dan Banten, rescue car, truk personel, serta drone thermal yang menjadi alternatif penting karena abu vulkanik membatasi penggunaan helikopter. Personel dari Kantor Pencarian dan Pertolongan Banten dan Lampung, TNI-Polri, pemerintah daerah, Balawista, nelayan, dan masyarakat setempat ikut terlibat. Cuaca di lokasi relatif mendukung: cerah berawan, angin selatan-utara sekitar 14 knot, dan gelombang 0,4–1 meter.

 

Delapan orang yang masih dicari terdiri dari kapten Warta (55), ABK Surakman (60), guide Heriyanto (49), serta lima jurnalis: M. Bagus Khoirunnas (Antara), Ari Basuki (Merdeka), Yudhis (iNews), Daus (Anadolu), dan Donal (freelance). Tim terus mengevaluasi perkembangan arus, cuaca, dan informasi lapangan agar pencarian tetap optimal.

 

Kantor Pencarian dan Pertolongan Banten mengajak masyarakat, nelayan, serta pengguna jalur laut untuk segera menyampaikan informasi jika menemukan tanda-tanda keberadaan speedboat atau penumpangnya. Sinergi antarinstansi ini diharapkan membawa kabar baik secepatnya bagi keluarga yang menanti.

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama