Di tengah situasi yang masih mencekam di Nusa Tenggara Timur, TNI Angkatan Udara kembali menunjukkan kehadirannya sebagai garda depan misi kemanusiaan. Selasa (18/8/2026), sekelompok personel tenaga kesehatan (nakes) TNI AU bertolak dari Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, menuju wilayah terdampak gempa bumi magnitudo 7,7 yang mengguncang Flores sejak 15 Agustus lalu.
Tim yang dipimpin langsung oleh Komandan Batalyon Kesehatan Denmabesau, Letkol Kes dr. Ahmad Hendra Y., Sp.B, membawa berbagai peralatan kesehatan dan obat-obatan. Keberangkatan mereka menggunakan pesawat TNI AU menjadi bagian dari upaya mempercepat layanan medis bagi warga yang masih membutuhkan penanganan, terutama di tengah ribuan gempa susulan yang terus tercatat hingga ribuan kali.
Gempa utama yang berpusat di laut sekitar 30–38 kilometer timur laut Mbay, Kabupaten Nagekeo, telah menelan korban jiwa mencapai 70 orang, dengan ratusan lainnya mengalami luka ringan hingga berat. Ribuan rumah rusak, fasilitas umum terdampak, dan puluhan ribu warga terpaksa mengungsi karena khawatir bangunan ambruk akibat getaran yang belum sepenuhnya mereda. Dalam kondisi seperti ini, dukungan tenaga medis yang membawa perlengkapan lengkap menjadi sangat penting untuk memperkuat kapasitas pelayanan kesehatan di lapangan.
Pengerahan nakes beserta logistik medis ini bukan sekadar pengiriman bantuan rutin. Ini merupakan wujud nyata komitmen TNI AU untuk hadir secara konkret, mempercepat respons kemanusiaan, dan membantu memenuhi kebutuhan kesehatan masyarakat di wilayah yang masih rentan. Dengan dukungan pesawat angkut yang sudah aktif sejak hari-hari pertama bencana, TNI AU terus memperkuat koordinasi agar layanan medis dapat menjangkau titik-titik yang membutuhkan dengan lebih cepat dan terorganisir.
Melalui langkah ini, TNI AU menegaskan bahwa misi kemanusiaan tetap menjadi prioritas, terutama ketika saudara-saudara di NTT masih berjuang menghadapi dampak gempa dan rangkaian susulannya. Kehadiran tim kesehatan diharapkan mampu meringankan beban warga sekaligus memperkuat penanganan di lapangan hingga situasi benar-benar kondusif.

Posting Komentar