Di tengah semangat menyambut HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, TNI Angkatan Laut kembali menorehkan tradisi yang sarat makna. Bukan di daratan atau di atas kapal, melainkan di kedalaman laut biru, Bendera Merah Putih dikibarkan sebagai simbol kedaulatan dan kecintaan terhadap wilayah maritim Indonesia. Dua upacara serupa digelar di lokasi berbeda, masing-masing membawa nuansa kebersamaan yang kuat antara prajurit, masyarakat, dan komunitas penyelam.
Di perairan Pasir Putih,
Situbondo, Jawa Timur, Minggu (16/8), Sekolah Selam (Seselam) Kodiklatal
menggelar upacara pengibaran bendera di bawah air. Acara ini sekaligus
memperingati HUT ke-74 Penyelam TNI AL. Dipimpin langsung oleh Danseselam
Letkol Laut (KH) Natsir Dimyati, S.T., M.Tr.Opsla. sebagai ketua panitia,
kegiatan diikuti 81 penyelam. Jumlah tersebut terdiri dari 17 personel panitia
dan 64 peserta dari berbagai instansi serta komunitas, antara lain Kodaeral V,
Satbrimob dan Pusdik Brimob Polda Jatim, POSSI Jatim, PADI Surabaya, Petrokimia
Diving Club, Bahari Diving Club, Nemo Diving Club, dan Surabaya Diving Club.
Dua warga negara Prancis yang tergabung dalam tim PADI Surabaya juga ikut
serta, menandakan daya tarik kegiatan ini hingga ke tingkat internasional.
Rangkaian acara dimulai dengan
pemeriksaan kesehatan dan pengecekan perlengkapan selam demi menjamin
keselamatan seluruh peserta. Setelah itu, para penyelam turun menuju dasar laut
untuk mengikuti prosesi pengibaran Bendera Merah Putih sekaligus pembacaan teks
Proklamasi. Pengibaran dilakukan oleh Serda Ali Hanafi dari Seselam bersama
Sdr. Ade dari Saka Bahari Kabupaten Situbondo. Tidak hanya upacara formal,
suasana di bawah air juga diwarnai demonstrasi Tari Gelang Soko khas Madura,
penyampaian ucapan HUT Penyelam TNI AL, sosialisasi kesehatan penyelaman, serta
treatment menggunakan Recompression Chamber Hyperbaric bagi peserta. Langkah
ini memperlihatkan perhatian serius terhadap aspek keselamatan dan kesehatan
penyelam, terutama mengingat risiko penyakit dekompresi yang selalu mengintai aktivitas
di kedalaman.
Beberapa hari sebelumnya,
pada Selasa (11/8), Pangkalan TNI Angkatan Laut (Lanal) Morotai juga
melaksanakan upacara serupa di perairan Pulau Metita, Kabupaten Pulau Morotai,
Maluku Utara. Upacara berlangsung pada kedalaman 11 meter, dipimpin oleh
Komandan Lanal Morotai Letkol Laut (P) Benie Hermawan, M.Tr.Opsla., bersama
Wakil Bupati Pulau Morotai Rio Christian Pawane. Sebanyak 31 penyelam dari
unsur pemerintah daerah, prajurit Lanal Morotai, komunitas penyelam, pengelola
resort, dan wisatawan ikut serta.
Sebelum turun ke laut, peserta
terlebih dahulu melakukan konvoi speedboat dari Pelabuhan HMS Imam Lastory di
Daruba menuju lokasi kegiatan. Perahu-perahu nelayan setempat menyambut dan
mengawal rombongan, menciptakan gambaran nyata sinergi antara TNI AL dan
masyarakat. Komandan Lanal Morotai menyampaikan bahwa pengibaran Merah Putih di
bawah laut bukan sekadar ungkapan rasa syukur atas kemerdekaan, melainkan juga
momentum memperkuat persatuan masyarakat Morotai sekaligus meneguhkan peran TNI
AL bersama rakyat dalam menjaga kedaulatan wilayah laut Indonesia. Wakil Bupati
Rio Christian Pawane pun memberikan apresiasi. Ia menilai kegiatan tersebut
sebagai simbol kebanggaan sekaligus semangat kebersamaan masyarakat Morotai.
Kedua kegiatan ini
mencerminkan identitas Indonesia sebagai negara kepulauan yang menjadikan laut
sebagai bagian integral dari kehidupan berbangsa. Di era di mana kesadaran akan
kedaulatan maritim semakin penting—terutama terkait pengelolaan sumber daya,
keamanan laut, dan pelestarian lingkungan—upacara di bawah air menjadi cara
kreatif untuk menumbuhkan rasa memiliki terhadap wilayah laut. Tradisi semacam
ini tidak hanya memperkuat semangat nasionalisme di kalangan prajurit dan
masyarakat, tetapi juga membuka ruang kolaborasi dengan komunitas penyelam
sipil, bahkan melibatkan warga asing.
Dengan cara yang sederhana
namun penuh makna, TNI AL kembali menunjukkan bahwa menjaga kedaulatan tidak
selalu harus dengan kekuatan senjata. Kadang, cukup dengan mengibarkan Merah
Putih di kedalaman yang tenang, pesan tentang persatuan dan cinta tanah air
bisa tersampaikan jauh lebih dalam.



Posting Komentar