Kabupaten Ketapang kembali menghadapi ancaman kebakaran lahan di tengah musim kemarau yang masih berlangsung. Pada Minggu malam, 23 Agustus 2026, kobaran api muncul di Desa Pelang, Kecamatan Matan Hilir Selatan. Terdeteksi sekitar pukul 19.40 WIB, api diduga bermula dari aktivitas pembakaran lahan pribadi oleh oknum masyarakat yang kemudian merembet tak terkendali. Cuaca panas, karakteristik tanah gambut, serta rumput kering di sekitar lokasi mempercepat perluasan kobaran hingga menjalar ke area yang lebih luas.
Tim gabungan segera bergerak.
Personel Pos Binpotmar Pesaguan, Kodim 1203/Ketapang, BPBD Kabupaten Ketapang,
Lembaga Pengelola Hutan Desa, Polsek Matan Hilir Selatan, Koramil 1203/Matan
Hilir Selatan, serta relawan masyarakat bekerja sama melakukan pemadaman dan
penyekatan. Fokus utama diarahkan agar api tidak mendekati kawasan pemukiman
warga. Hingga laporan terakhir, tidak ada korban jiwa. Kerugian materiil yang
tercatat terbatas pada satu unit sepeda motor milik warga yang hangus terbakar.
Proses penanganan di lahan
gambut memang menuntut ketelitian lebih. Bara api sering bertahan di bawah
permukaan meski kobaran di atas tampak padam, sehingga upaya pendinginan dan
pemantauan harus dilakukan secara berkelanjutan. Keterlibatan berbagai unsur,
termasuk masyarakat lokal dan pengelola hutan desa, menjadi faktor penting
dalam mempercepat respons sekaligus memperkuat pengawasan di lapangan.
Danlanal Ketapang Letkol Laut
(P) Avif Hidayaturohman menegaskan komitmen untuk terus berkolaborasi dengan
instansi terkait dan masyarakat dalam penanggulangan bencana di daerah. Langkah
ini sejalan dengan arahan Kepala Staf Angkatan Laut agar jajaran senantiasa
hadir membantu mengatasi kesulitan warga.
Kejadian di Desa Pelang
menambah deretan tantangan karhutla di wilayah yang sudah cukup rentan
sepanjang 2026. Sinergi yang terjalin di lapangan menunjukkan bahwa penanganan
dini dan kerja sama lintas pihak tetap menjadi kunci untuk menahan laju api
serta melindungi keselamatan dan aset masyarakat. Pemantauan terus dilakukan
hingga seluruh titik api benar-benar terkendali.

Posting Komentar