2,2 Ton Rendang Sumatera Barat Untuk Korban Gempa NTT



Di tengah gempa susulan yang masih aktif mengguncang Nusa Tenggara Timur, lebih dari 7.400 kejadian sejak gempa magnitudo 7,7 pada 15 Agustus 2026, semangat kebersamaan antarprovinsi terus mengalir. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menerima dan mulai mendistribusikan 2,2 ton rendang dari Pemerintah Provinsi Sumatera Barat untuk masyarakat terdampak di wilayah yang masih berjuang pulih. Bantuan ini dihimpun dari donasi Aparatur Sipil Negara (ASN) dan warga Sumatera Barat melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sumatera Barat.

 

Penyerahan berlangsung Selasa (25/8) di Posko Aju 1 Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat. Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah, S.P., menyerahkan secara langsung kepada Deputi Bidang Pencegahan BNPB Abdul Muhari, Ph.D., dan PIC Posko Aju 1 Labuan Bajo Mayjen TNI (Purn) Luthfie Beta. Tak berhenti di situ, Mahyeldi bersama Abdul Muhari kemudian membawa 500 kilogram rendang ke Pos Kabupaten Manggarai. Di sana mereka bertemu Bupati Manggarai Herybertus G.L. Nabit dan menyampaikan bahwa kedatangan mereka membawa dukungan nyata bagi warga setempat.

 

“Kami membawa rendang yang dikumpulkan oleh pegawai-pegawai di Sumatera Barat dan masyarakat,” ucap Mahyeldi. Ia menekankan bahwa pengiriman ini merupakan wujud kepedulian terhadap saudara di NTT yang terdampak bencana. “Bantuan ini dukungan dari masyarakat Sumatera Barat yang juga ikut merasakan duka, Nusa Tenggara Timur tidak sendirian, masih ada saudara-saudara kita di belahan pulau lain di Indonesia turut merasakan,” imbuhnya. “Mudah-mudahan NTT cepat pulih kembali,” pungkas Mahyeldi.

 

Pemilihan rendang bukan kebetulan. Makanan khas Minangkabau ini memiliki daya tahan lama, kandungan gizi tinggi, serta cita rasa yang akrab di lidah masyarakat Indonesia. Praktis dipanaskan dan disantap bersama nasi, rendang menjadi pilihan tepat di tengah keterbatasan dapur dan kondisi darurat di pengungsian. Mahyeldi menegaskan bahwa dukungan dari Sumatera Barat belum berhenti. Koordinasi dan pengumpulan bantuan terus berlangsung, sehingga kemungkinan ada pengiriman lanjutan untuk meringankan beban penyintas. Ia juga mengapresiasi BNPB yang memfasilitasi distribusi, termasuk penggunaan pesawat untuk pengiriman ke Kabupaten Manggarai.

 

Deputi Bidang Pencegahan BNPB Abdul Muhari menyambut baik gelombang bantuan dari berbagai daerah. “Penyampaian bantuan dari masyarakat Sumatera Barat saat ini menunjukkan memang jiwa gotong royong kita sebagai bangsa, antar provinsi, kabupaten dan kota, terbangun sangat baik,” ujarnya. Ia menegaskan bahwa BNPB berperan menyampaikan amanah dari seluruh pihak agar bantuan sampai ke tangan yang membutuhkan. “Kami di BNPB bertugas menyampaikan amanah dari Sumatera Barat, provinsi lain, lembaga dan entitas lain, agar sampai di tangan masyarakat terdampak,” tuturnya.

 

Abdul Muhari juga mengingatkan bahwa proses penanganan bencana membutuhkan waktu dan menghadapi berbagai kendala di lapangan. Donatur diminta bersabar dan percaya bahwa distribusi dilakukan secara bertahap. “Kami terus berusaha hingga sampai di tangan masyarakat. Proses distribusi bantuan di posko kami lakukan secara bertahap,” katanya. “Semua dukungan logistik yang dititipkan kepada kami melalui Pos Halim, Labuan Bajo atau Maumere pasti kita akan sampaikan kepada masyarakat terdampak,” tutupnya.

 

Hingga 26 Agustus 2026, dampak gempa masih terasa. Korban meninggal mencapai 103 orang, ribuan lainnya luka-luka, dan lebih dari 185 ribu warga masih mengungsi. Di tengah tantangan itu, bantuan seperti 2,2 ton rendang dari Sumatera Barat menjadi pengingat bahwa semangat gotong royong lintas pulau tetap hidup, menghangatkan, memberi kekuatan, dan menegaskan bahwa NTT tidak berjalan sendirian menuju pemulihan.

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama