TNI AL Gagalkan Penyelundupan 14 Pekerja Migran Ilegal di Perairan Karimun


Komitmen TNI Angkatan Laut (TNI AL) dalam menjaga keamanan perbatasan dan melindungi warga negara kembali terbukti. Tim Quick Response Lanal Tanjung Balai Karimun (TBK) berhasil menghentikan sebuah speed boat yang mencoba menyelundupkan 14 Pekerja Migran Indonesia (PMI) non-prosedural menuju Malaysia pada Sabtu (02/05).

Kronologi Penangkapan
Aksi kejar-kejaran sempat terjadi di tengah laut sebelum petugas berhasil mengamankan kapal tersebut:
Laporan Warga: Petugas mendapat informasi adanya rencana pengiriman PMI ilegal dari Pulau Mecan, Batam menuju Pontian, Malaysia.
Penyisiran: Tim langsung bergerak menuju Perairan Takong Iyu, Kabupaten Karimun.
Aksi Pengejaran: Sekitar pukul 23.35 WIB, terdeteksi suara mesin kapal yang mencurigakan menuju perbatasan. Meski sudah diperintah berhenti, kapal tersebut tetap memacu kecepatan.
Tembakan Peringatan: Setelah diberikan tembakan peringatan ke udara, kapal akhirnya menyerah dan berhasil dihentikan pada pukul 01.00 WIB tanpa perlawanan lebih lanjut.

Hasil Pemeriksaan & Temuan Lapangan
Dalam operasi ini, petugas mengamankan sejumlah pihak dan barang bukti:
 1. Awak Kapal: Satu orang tekong (nakhoda) berinisial W (48) dan satu ABK berinisial A (37). 
Catatan: Berdasarkan pemeriksaan, nakhoda kapal terindikasi positif narkoba. 
 2. Korban: 14 orang calon pekerja migran (9 laki-laki dan 5 perempuan) dari berbagai daerah.
 3. Biaya: Para korban diketahui membayar antara Rp5 juta hingga Rp13 juta untuk diberangkatkan secara ilegal.
 4. Barang Bukti: Satu unit speed boat merah-hitam bermesin 200 PK.

Seluruh pihak yang terlibat telah diproses sesuai aturan yang berlaku:
Tekong & ABK: Diserahkan ke Polres Karimun untuk penyidikan tindak pidana dan kasus narkoba.
Para Pekerja Migran: Diserahkan ke BP4MI (Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia) untuk penanganan dan pemulangan ke daerah asal.

"Keberhasilan ini merupakan perintah langsung dari Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali untuk terus menindak tegas segala bentuk penyelundupan manusia dan barang di wilayah laut perbatasan."



Post a Comment

أحدث أقدم