Gubernur Akademi Angkatan Udara (AAU) Marsekal Muda TNI Donald Kasenda akan secara resmi membuka Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Modern Pentathlon Indonesia 2026 pada Rabu, 1 April 2026, di Kompleks AAU Yogyakarta. Event ini diikuti lebih dari 150 atlet yang mewakili 17 Pengurus Provinsi (Pengprov) Modern Pentathlon Indonesia (MPI), menandai langkah awal yang energik dari cabang olahraga ini di tahun 2026.
Kejurnas kali ini fokus pada nomor inti pentathlon
yang meliputi anggar, menembak, lari, renang, dan obstacle. Pertandingan
digelar untuk kategori U-17, U-19, serta senior, baik di nomor perorangan,
beregu, maupun mixed relay. Tidak ada nomor laser run, triathle, maupun biathle
yang dipertandingkan.
"Kejurnas kali ini memang hanya
mempertandingkan nomor pentathlon, tidak ada laser run, triathle dan biathle.
Ini sesuai program dari Federasi Pentathlon Internasional (UIPM),"
ujar Sekjen PP MPI Marsekal Pertama TNI Ridwan Gultom. Ia menambahkan bahwa
kejuaraan ini akan berlangsung hingga Minggu, 5 April 2026.
Modern pentathlon merupakan olahraga multidisplin yang
menuntut kombinasi keterampilan fisik, teknik, dan ketahanan mental. Dalam
format klasiknya, atlet harus menyelesaikan lima cabang dalam satu hari
kompetisi, sehingga menjadi ujian sejati bagi atlet serba bisa. Penyesuaian
sesuai arahan UIPM ini membantu fokus pada pengembangan inti olahraga sekaligus
menyesuaikan dengan tren global, termasuk penambahan elemen obstacle yang
semakin populer.
Kejurnas 2026 bukan sekadar ajang kompetisi rutin. Event
ini sekaligus menjadi tahap seleksi utama untuk menjaring atlet terbaik
Indonesia yang akan bertarung di Asian Championships 2026 (U-17 dan
U-19) pada 10–17 Mei 2026 di lokasi yang sama, Kompleks AAU Yogyakarta.
Prestasi di kejuaraan Asia ini akan menjadi batu loncatan penting menuju Asian
Games 2026 di Nagoya, Jepang.
"Kita di Kejurnas kali ini akan menjaring
atlet terbaik untuk mengikuti Asian Championships yang memperlombakan U-17 dan
U-19. Ini sekaligus mewujudkan program panjang PP MPI untuk mempersiapkan
regenerasi atlet modern pentathlon Indonesia," tutur Ridwan
Gultom.
Di bawah kepemimpinan Ketua Umum PP MPI Marsekal Muda TNI
Purwoko Aji Prabowo, MPI menunjukkan keseriusan tinggi dalam membangun fondasi
jangka panjang. Kejurnas ini menjadi cabor pertama yang langsung menggelar
kejuaraan nasional di awal tahun 2026, mencerminkan komitmen untuk "tancap
gas" membangun prestasi yang dapat mengharumkan nama Indonesia di
kancah internasional.
Persiapan ini juga terkait langsung dengan agenda besar
mendatang. Modern pentathlon akan dipertandingkan di Pekan Olahraga Nasional
(PON) XXII 2028 yang digelar di NTB-NTT. Oleh karena itu, Kejurnas sekaligus
dimanfaatkan untuk memperkuat sumber daya manusia, khususnya para perangkat
pertandingan seperti juri dan wasit.
PP MPI menggelar program sertifikasi juri-wasit level 1
hingga 3 dengan mendatangkan langsung technical committee Rui Lucena dari
Portugal yang merupakan perwakilan UIPM sebagai instruktur. Hasilnya, sebanyak
30 wasit dan juri Indonesia berhasil lulus dan kini resmi menyandang
sertifikasi internasional dari UIPM. Langkah ini krusial untuk memastikan
standar penyelenggaraan yang berkualitas saat PON 2028 nanti.
Dengan lokasi yang strategis di AAU Yogyakarta, sebuah
lembaga pendidikan militer yang memiliki fasilitas olahraga memadai, Kejurnas
2026 ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi, melainkan juga momentum
memperkuat ekosistem modern pentathlon nasional. Dari penjaringan talenta muda
hingga peningkatan kapasitas officiating, semuanya diarahkan untuk menciptakan
generasi atlet yang kompetitif di level Asia dan dunia.
Acara ini diharapkan berjalan lancar dan melahirkan
bibit-bibit unggul baru yang siap membawa harum nama Indonesia di pentas
internasional mendatang.

Posting Komentar