5.997 Calon Haji Tiba di Madinah, Jarak Penginapan ke Masjid Nabawi Hanya 50 Meter. Fokus Jaga Kesehatan di Tengah Cuaca Ekstrem


Gelombang pertama jemaah haji Indonesia mulai menginjakkan kaki di Madinah. Hingga malam hari waktu setempat, total 5.997 orang telah tiba secara bertahap, menandai dimulainya rangkaian panjang ibadah haji tahun ini. Mereka tergabung dalam 15 kelompok terbang (kloter) dari berbagai daerah seperti Yogyakarta, Jakarta, Medan, Lombok, Solo, dan Makassar.

 

Kedatangan ini bukan sekadar perjalanan fisik, tapi juga awal dari ujian ketahanan tubuh. Dengan mayoritas jemaah merupakan lansia, perhatian terhadap kondisi kesehatan menjadi prioritas utama. Konsul Jenderal RI di Jeddah, Yusron B. Ambary, mengingatkan pentingnya menjaga stamina sejak awal.

 

“Jemaah diharapkan selalu menjaga kesehatan dan tidak memaksakan diri, mengingat rangkaian ibadah haji masih panjang,” ujarnya.

 

Imbauan ini bukan tanpa alasan. Puncak ibadah haji di Makkah masih menanti pada Mei mendatang, fase yang menuntut fisik prima karena padatnya aktivitas dan suhu ekstrem yang bisa menembus lebih dari 40 derajat Celsius.

 

Senada dengan itu, Kepala Daerah Kerja Madinah, Khalilurrahman, mengingatkan jemaah untuk lebih waspada terhadap cuaca panas khas Timur Tengah. Ia menekankan pentingnya perlindungan diri saat beraktivitas di luar ruangan.

 

“Jemaah diimbau menggunakan payung, kacamata, masker, serta alas kaki yang nyaman. Selain itu, penting untuk rutin minum air sekitar dua hingga tiga teguk setiap 20–30 menit,” katanya.

 

Tak hanya itu, penggunaan sunscreen dan pelembap bibir juga dianjurkan guna mencegah dampak paparan panas yang berlebihan.

 

Di balik tantangan tersebut, kabar baik datang dari sisi fasilitas. Sekitar 2.500 jemaah dari lima kloter pertama mendapatkan penginapan yang sangat dekat dengan Masjid Nabawi, hanya sekitar 50 meter. Kedekatan ini sangat membantu, terutama bagi lansia dan penyandang disabilitas, untuk menjalankan ibadah dengan lebih nyaman, termasuk berziarah ke Raudhah.

 

Sementara itu, suasana haru dan khidmat juga terasa saat pelepasan jemaah kloter pertama di Bandara Soekarno-Hatta. Menteri Haji dan Umrah, Mochamad Irfan Yusuf, yang akrab disapa Gus Irfan, menyampaikan pesan penuh makna.

 

“Ini adalah perjalanan yang khusyuk menuju rumah Allah. Kami berharap seluruh jemaah senantiasa menjaga kesehatan, baik fisik maupun mental, agar dapat menjalankan ibadah dengan lancar,” katanya.

 

Dukungan negara juga ditegaskan oleh Ketua Tim Pengawas Haji DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad, yang memastikan kehadiran pemerintah dalam memberikan perlindungan maksimal bagi jemaah.

 

“Di tengah dinamika kawasan, negara tetap hadir menyertai,” ujarnya.

 

Perjalanan baru saja dimulai. Di tengah cuaca ekstrem dan rangkaian ibadah yang panjang, satu hal jadi kunci utama: menjaga kesehatan agar setiap langkah ibadah bisa dijalani dengan maksimal.

 

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama