Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan, kembali menjadi sorotan karena lonjakan aksi kekerasan yang dilakukan oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB). Dalam upaya menekan gangguan keamanan tersebut, Satuan Tugas (Satgas) Operasi Damai Cartenz 2026 telah melakukan penindakan hukum secara intensif. Dari tanggal 10 hingga 21 Februari 2026, aparat gabungan berhasil mengamankan total 28 orang yang diduga terlibat dalam berbagai tindak pidana.
Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz 2026, Kombes Pol.
Yusuf Sutejo, S.I.K., M.T., menjelaskan bahwa penangkapan dilakukan secara
bertahap berdasarkan hasil patroli dan identifikasi di lapangan. "Sejak
tanggal 10 sampai 21 Februari, sampai dengan hari ini, kita telah berhasil
mengamankan sejumlah 28 orang," ujarnya pada 21 Februari 2026.
Ia merinci kronologi penangkapan tersebut. Pada 10
Februari pukul 07.30 WIT, dua orang diamankan. Kemudian pada 15 Februari pukul
22.20 WIT, dua orang lainnya ditangkap. Pada 16 Februari pukul 07.30 WIT,
kembali dua orang berhasil diamankan. "Selanjutnya pada Jumat, 20
Februari pukul 07.30 kami mengamankan delapan orang. Masih di hari yang sama,
pukul 11.00 dua orang diamankan, dan pukul 13.25 satu orang kembali kami
amankan," jelas Kombes Yusuf.
Puncaknya terjadi pada 21 Februari pukul 07.00 WIT,
ketika aparat berhasil mengamankan 11 orang sekaligus. "Jadi total
keseluruhan 28 orang telah berhasil kita amankan," tambahnya.
Dari 28 orang yang diamankan, sembilan di antaranya telah
ditetapkan sebagai tersangka setelah melalui proses penyelidikan, mitigasi, dan
investigasi mendalam di lapangan. "Dari 28 orang tersebut, sembilan
orang telah kita tetapkan sebagai tersangka melalui proses penyelidikan,
mitigasi, dan investigasi di lapangan," tegas Kombes Yusuf.
Para tersangka ini terlibat dalam berbagai kasus serius
yang mengancam keselamatan masyarakat dan aparat keamanan. Dua tersangka, Atius
Sobolim dan Elipianus Esema, terkait langsung dengan pembakaran ruko Blok B
pada 14 Februari 2026. Tiga tersangka lainnya, Ferry Alimdam, Elix Malyo,
dan Olan Nalya, diduga terlibat dalam pembakaran SMP Metanoya pada 7
Januari 2026.
Salah satu tersangka yang paling menonjol adalah Homi
Heluka alias Serius Kobak. Ia ditetapkan sebagai tersangka atas
keterlibatannya dalam sejumlah aksi kekerasan berat, termasuk penembakan
anggota Brimob pada tahun 2022 yang menyebabkan korban jiwa, pembakaran mobil
Satbinmas pada 2025, pembunuhan pendulang emas pada 7 April 2025, penembakan
anggota Kodim 1715 pada 16 Juni 2025, pembunuhan Daniel Datti serta pengrusakan
SMA Yapesli pada 2 Februari 2026, dan penembakan terhadap sopir bernama Suwono
pada 12 Februari 2026.
Simak Kipka alias Aibon Kipka ditetapkan sebagai
tersangka atas dugaan pembakaran mobil Triton milik Kepala Desa Yalmabil pada
18 Februari 2026. Kotor Payage alias Kotoran Giban diduga terlibat dalam
percobaan pembunuhan dan penembakan terhadap Suwono pada 12 Februari 2026.
Sementara Enage Hiluka diduga terlibat dalam penikaman terhadap penjual
pinang Ester Karbeka pada 17 Februari 2026, yang sempat viral karena rekaman
CCTV, serta pembunuhan Indra Guru Wardana pada 22 September 2025.
"Untuk yang lainnya masih kita dalami
keterlibatannya, apakah terkait dengan kejadian yang telah disebutkan atau ada
tindak pidana lain yang belum sempat kita data," ujar Kasatgas
Humas.
Dalam penggerebekan di enam lokasi berbeda, aparat
mengamankan barang bukti berupa parang, tombak, panah, bendera berlambang
tertentu, serta beberapa telepon genggam. Namun, senjata api belum ditemukan.
"Untuk senjata api sementara belum kita temukan. Seluruh terduga saat ini
diamankan di Polres Yahukimo dan dijaga ketat oleh personel Satgas Damai
Cartenz serta Polres Yahukimo, dibackup oleh Brimob dari Sat Brimob Polda
Papua," jelas Kombes Yusuf.
Kepala Operasi Damai Cartenz 2026, Brigjen Pol. Dr.
Faizal Ramadhani, S.Sos., S.I.K., M.H., menyatakan bahwa peningkatan aktivitas
kelompok bersenjata tidak terlepas dari kaburnya Kopitua Heluka (juga
dikenal sebagai Penihas Heluka atau Kopi Tua Heluka) dari Lapas Wamena pada 25
Februari 2025. "Pasca kaburnya salah satu pentolan KKB tersebut,
mereka kembali berkoordinasi dan merencanakan aksi yang mengakibatkan hilangnya
nyawa, perusakan, pembakaran, dan penganiayaan. Itu menjadi pemicu kembali
maraknya kejadian di Yahukimo," tegasnya.
Data menunjukkan tren kekerasan yang signifikan. Pada
periode Januari hingga Februari 2025, hanya tercatat tiga kejadian gangguan
keamanan. Namun, pada periode yang sama di 2026, jumlahnya melonjak menjadi 23
kejadian hingga pertengahan Februari. "Ada situasi yang sangat
signifikan dan ini sudah kami prediksi. Eskalasi ini meningkat sejak kaburnya
Kopi Tua Heluka dari Lapas Wamena pada 25 Februari 2025 lalu. Sejak saat itu,
gangguan keamanan di Yahukimo terus menunjukkan tren kenaikan,"
ungkap Brigjen Pol. Faizal Ramadhani dalam keterangan pers di Jayapura pada 20
Februari 2026.
Untuk menekan ruang gerak kelompok bersenjata, Satgas
Damai Cartenz melakukan penambahan personel secara masif. Pada Januari 2026,
jumlah personel ditingkatkan dari sekitar 80 orang menjadi 150 personel. Kemudian
pada Februari 2026, ditambah lagi 50 personel, sehingga total mencapai sekitar
250 personel di wilayah Yahukimo. "Penambahan ini difokuskan untuk
langkah pencegahan aksi dan pengejaran terhadap anggota kelompok yang sudah
masuk dalam DPO kami," tegas Brigjen Faizal.
Sejak November 2025 hingga Februari 2026, Satgas telah
mengamankan 12 tersangka, termasuk penangkapan dua DPO prioritas seperti Homi
Heluka dan Simak Kipka pada 20 Februari 2026. Homi Heluka, yang menjabat
sebagai Komandan Batalyon Yamue, memiliki rekam jejak panjang dalam aksi
kekerasan, sementara Simak Kipka terlibat dalam pembakaran mobil milik kepala
desa.
Wakil Kepala Operasi Damai Cartenz 2026, Kombes Pol.
Adarma Sinaga, S.I.K., M.Hum., menambahkan bahwa sembilan tersangka
tersebut merupakan bagian dari jaringan KKB. "Upaya pencegahan kami
lakukan dengan menambah jumlah pasukan dari Satgas Damai Cartenz dan Sat Brimob
Polda Papua, serta bekerja sama dengan Polres Yahukimo untuk melakukan pemetaan
dan profiling wilayah, termasuk waktu dan jam rawan. Patroli dilakukan
terus-menerus," ujarnya.
Ia menegaskan bahwa keberhasilan ini hasil kerja
terkoordinasi. "Langkah yang kami lakukan tidak hanya bersifat
represif, tetapi juga preventif. Penindakan terhadap DPO prioritas ini
merupakan bagian dari upaya memutus mata rantai kekerasan dan mempersempit
ruang gerak jaringan yang masih aktif," kata Kombes Adarma.
Satgas Damai Cartenz 2026 menegaskan komitmen penuh untuk
terus meningkatkan keamanan di Kabupaten Yahukimo melalui patroli intensif, penguatan
personel, dan penegakan hukum yang terukur serta profesional. Proses hukum
terhadap para tersangka akan berjalan transparan sesuai prosedur, demi
memberikan rasa aman bagi masyarakat dan menjaga stabilitas wilayah Papua
Pegunungan.
Upaya ini diharapkan dapat mengembalikan kondisi damai di
Yahukimo, mencegah aksi lanjutan, dan melindungi warga dari ancaman kekerasan.
Satgas terus mengimbau masyarakat untuk bekerja sama dengan aparat dalam
memberikan informasi yang dapat membantu pengungkapan kasus lebih lanjut.
Keberhasilan operasi ini menjadi bukti bahwa penegakan hukum yang tegas dan
terkoordinasi mampu menekan gangguan keamanan secara signifikan.


إرسال تعليق