Di tengah hamparan laut yang luas di sekitar Pelabuhan New Port Pelindo, Kecamatan Tallo, Kota Makassar, upaya pencarian terhadap seorang nelayan yang hilang terus berlangsung. Hari ini, Kamis (12 Februari 2026), operasi pencarian dan pertolongan (SAR) sudah memasuki hari kelima. Sayangnya, hingga sore menjelang malam, Tim SAR Gabungan belum menemukan tanda-tanda keberadaan korban.
Korban adalah Hery, seorang nelayan berusia 43 tahun. Ia
dilaporkan terjatuh dari perahunya saat sedang melaut pada Sabtu (8 Februari
2026). Kejadian itu baru diketahui setelah perahu miliknya ditemukan mengapung
tanpa awak oleh keluarga dan warga sekitar. Perahu kosong itu segera dilaporkan
ke Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Makassar, sehingga operasi SAR pun
segera digerakkan.
Tim SAR Gabungan yang terdiri dari berbagai instansi
terkait telah bekerja keras sejak hari pertama. Pada hari kelima ini, pencarian
difokuskan pada tiga sektor utama yang membentang hingga jarak 14 mil laut dari
Pelabuhan Paotere. Area yang disisir meliputi sekitar dermaga New Port Pelindo,
muara Sungai Tallo, serta sisi barat Pulau Lae-Lae.
Menurut Kepala Seksi Operasi dan Siaga Kantor Pencarian
dan Pertolongan Kelas A Makassar, Andi Sultan, penyisiran dilakukan secara
sistematis berdasarkan perhitungan SAR Maps.
“Tim SAR gabungan telah melaksanakan penyisiran di
tiga sektor sesuai perhitungan SAR Maps, termasuk area sekitar Dermaga New Port
Pelindo, muara Sungai Tallo, hingga sisi barat Pulau Lae-Lae. Namun hingga
debriefing sore hari, hasil masih nihil,” ujar Sultan.
Salah satu kendala terbesar yang dihadapi tim adalah
ketidakpastian mengenai lokasi pasti korban terjatuh. Di lapangan, beredar dua
versi informasi yang berbeda. Ada keterangan yang menyebutkan Hery jatuh di
wilayah selatan New Port Pelindo. Namun, ada pula informasi lain yang
mengatakan kejadian terjadi di perairan sekitar pulau, sekitar 9 mil laut dari
Pelabuhan Paotere.
“Ada informasi yang menyebut korban terjatuh di
wilayah selatan New Port Pelindo. Namun versi lain menyebutkan korban jatuh di
sekitar perairan pulau, kurang lebih 9 nautical mile dari Pelabuhan Paotere.
Perbedaan informasi ini menjadi tantangan tersendiri dalam menentukan sektor
prioritas pencarian,” jelasnya.
Perbedaan keterangan ini memang wajar terjadi dalam
situasi darurat di laut, di mana saksi atau keluarga mungkin melihat dari sudut
pandang yang berbeda. Tim SAR pun tidak tinggal diam. Setiap hari, mereka melakukan
evaluasi menyeluruh dengan mempertimbangkan berbagai faktor alam, seperti arah
dan kecepatan arus laut, pola angin, serta kemungkinan pergerakan tubuh korban
yang terbawa arus, atau yang biasa disebut drift.
Meski hasil pencarian hingga hari kelima masih nihil,
semangat tim tetap terjaga. Mereka memahami betapa beratnya situasi ini bagi
keluarga Hery yang menunggu kabar di daratan. Upaya terus dilakukan dengan
hati-hati dan penuh perhitungan agar tidak ada area yang terlewat.
Memasuki hari keenam, Jumat (13 Februari 2026), tim
berencana meningkatkan intensitas pencarian dengan metode yang lebih mendalam.
Salah satu langkah penting adalah melakukan penyelaman di sekitar lokasi
ditemukannya perahu korban. Penyelaman ini diharapkan bisa memberikan petunjuk
lebih jelas, apakah ada barang milik korban atau tanda lain di dasar perairan
dangkal tersebut.
Selain itu, tim juga akan melaksanakan penyisiran darat atau
yang disebut infantry di sepanjang pesisir Pantai New Port. Langkah ini diambil
untuk mengantisipasi kemungkinan korban terbawa arus hingga mencapai garis
pantai. Petugas akan berjalan kaki menyisir pantai, memeriksa setiap sudut,
termasuk area yang mungkin terhalang rumput laut atau puing-puing.
“Besok kami akan melaksanakan penyelaman di sekitar
titik temuan perahu korban serta melakukan infantri di pesisir New Port untuk
mempersempit area pencarian. Kami berharap upaya ini dapat memberikan hasil,”
tambah Sultan dengan nada penuh harap.
Operasi SAR ini memang membutuhkan kesabaran dan
ketelitian tinggi. Laut lepas bukan tempat yang mudah diprediksi. Arus bisa
berubah arah, angin bisa mendorong benda ke tempat yang tak terduga. Namun, tim
SAR Gabungan tetap bekerja secara profesional, menggabungkan teknologi
pemetaan, pengalaman personel, dan kerja sama antarinstansi.
Hingga berita ini disusun, Hery masih berstatus dalam
pencarian atau DP (Daftar Pencarian). Operasi akan kembali dilanjutkan pada
Jumat pagi sesuai rencana yang telah disusun. Keluarga, masyarakat, dan seluruh
tim berharap agar pencarian ini segera membuahkan hasil positif.
Situasi seperti ini mengingatkan kita betapa beratnya
profesi nelayan. Mereka menghadapi laut setiap hari demi mencari nafkah, namun
risiko selalu mengintai. Dukungan doa dari semua pihak sangat berarti bagi
keluarga yang menanti kabar baik. Tim SAR pun terus berupaya semaksimal
mungkin, dengan harapan membawa pulang jawaban yang selama ini ditunggu.
Semoga upaya yang dilakukan besok memberikan titik
terang. Pencarian akan terus berlanjut hingga ada kepastian, karena setiap
nyawa begitu berharga.


Posting Komentar