Etika Bersama di LRT Jabodebek: Kunci Perjalanan Nyaman di Tengah Lonjakan Penumpang



Di tengah meningkatnya minat masyarakat terhadap transportasi massal, LRT Jabodebek terus mengingatkan pentingnya menjaga kenyamanan bersama. Layanan yang telah mengangkut lebih dari 21,8 juta penumpang sepanjang Januari - Agustus 2026 naik sekitar 19 persen dibanding periode sama tahun sebelumnya dan secara kumulatif melayani lebih dari 75 juta pengguna sejak beroperasi penuh pada Agustus 2023, kini semakin menjadi bagian rutin mobilitas warga Jakarta, Depok, dan Bekasi. Untuk memastikan setiap perjalanan tetap selamat, nyaman, tertib, dan aman, pihak pengelola mengajak seluruh pengguna memahami serta mematuhi ketentuan yang berlaku di stasiun maupun di dalam kereta.

 

Manager of Public Relation LRT Jabodebek, Radhitya Mardika, menjelaskan bahwa berbagai ketentuan tersebut diterapkan sebagai bagian untuk menjaga keamanan, ketertiban, kebersihan, dan kenyamanan seluruh pengguna.

 

“Transportasi publik merupakan ruang bersama yang digunakan oleh masyarakat dengan berbagai kebutuhan dan aktivitas. Karena itu, diperlukan aturan yang harus dipatuhi untuk menjaga perjalanan berlangsung dengan nyaman, aman, dan tertib,” ujarnya.

 

Ruang bersama ini menuntut saling pengertian. Di tengah kepadatan yang kadang meningkat pada jam sibuk, satu tindakan kecil seperti menjaga kebersihan atau volume suara bisa berdampak besar bagi orang lain.

 

Beberapa ketentuan yang perlu diperhatikan pengguna selama menggunakan LRT Jabodebek antara lain:

·         Perhatikan barang bawaan masing-masing agar tidak tertukar maupun tertinggal di area stasiun dan/atau kereta;

·         Dilarang merokok;

·         Dilarang makan dan minum di area stasiun (peron) dan dalam kereta;

·         Dilarang membawa hewan;

·         Dilarang membawa benda dengan bau yang menyengat atau dapat mengganggu kenyamanan pengguna lain;

·         Tidak membuang sampah sembarangan;

·         Tidak berbicara dengan suara keras atau menyalakan perangkat dengan volume yang dapat mengganggu pengguna lain;

·         Tidak duduk di lantai kereta maupun area stasiun;

·         Tidak mengamen dan berjualan;

·         Tidak membawa senjata jenis apa pun, kecuali untuk kepentingan kedinasan dengan menunjukkan KTA TNI/Polri sesuai ketentuan;

·         Serta tidak membawa benda yang mudah terbakar atau berpotensi membahayakan keselamatan.

 

Larangan makan dan minum di peron serta di dalam kereta, misalnya, bukan sekadar formalitas. Selain menjaga aroma dan kebersihan, aturan ini juga mencegah lantai menjadi licin akibat tumpahan yang bisa membahayakan penumpang lain prinsip yang juga diterapkan di moda transportasi publik lain seperti KRL Commuter Line dan TransJakarta. Aturan serupa mengenai barang berbahaya dan ketertiban umum dimaksudkan untuk melindungi keselamatan bersama di ruang terbatas yang dilalui ratusan ribu orang setiap harinya.

 

Penerapan ketentuan tersebut membutuhkan kesadaran dan kepedulian seluruh pengguna selama berada di lingkungan LRT Jabodebek. Petugas juga berperan memberikan informasi serta mengingatkan pengguna mengenai ketentuan yang berlaku agar perjalanan berlangsung tertib dan nyaman.

 

“Aturan ini pada dasarnya untuk menjaga kenyamanan LRT Jabodebek bagi semua pengguna. Mari saling menghormati dan memperhatikan kondisi pengguna lainnya selama berada di lingkungan LRT Jabodebek,” ucapnya.

 

Meski demikian, kebutuhan makan dan minum tetap terakomodasi. Di setiap stasiun LRT Jabodebek telah tersedia berbagai tenant makanan dan minuman yang dapat dimanfaatkan untuk pengguna sebelum dan sesudah perjalanan. Pengguna dapat mengonsumsi makanan dan minuman di area yang telah diperuntukkan umumnya di luar zona peron dan menyimpannya dengan baik sebelum memasuki kereta. Dengan begitu, kenyamanan pribadi tetap terpenuhi tanpa mengorbankan kenyamanan bersama.

 

Informasi mengenai aturan ini sudah terpasang di sejumlah sudut stasiun dan di dalam kereta sehingga mudah diketahui. Petugas di lapangan juga secara aktif melakukan sosialisasi kepada pengguna yang mungkin belum memahami atau belum mematuhi ketentuan tersebut. Pendekatan ini bertujuan membangun budaya saling menghormati, bukan sekadar menegakkan larangan.

 

“Menjaga kenyamanan transportasi publik merupakan upaya bersama. LRT Jabodebek mengapresiasi pengguna yang telah mematuhi aturan dan turut menjaga kebersihan, ketertiban, serta kenyamanan selama menggunakan LRT Jabodebek,” tutup Radhitya.

 

Dengan terus bertambahnya jumlah pengguna dan semakin terintegrasinya LRT Jabodebek dengan moda transportasi lain, kepatuhan terhadap etika perjalanan menjadi fondasi penting. Setiap pengguna yang menjaga barang bawaan, menghindari gangguan suara, serta menghormati ruang bersama ikut menciptakan pengalaman yang lebih baik bagi semua orang. Pada akhirnya, perjalanan yang nyaman bukan hanya tanggung jawab pengelola, melainkan hasil kerja sama seluruh penumpang.

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama