Drone Termal Korpasgat: Mata Langit yang Memandu Pemadaman Karhutla di Kalimantan Tengah



Di tengah ancaman kabut asap yang kerap menyelimuti Kalimantan setiap musim kemarau, kemampuan teknologi udara kini menjadi andalan baru dalam mempercepat penanganan kebakaran hutan dan lahan. Korps Pasukan Gerak Cepat (Korpasgat) TNI Angkatan Udara menunjukkan peran aktifnya dengan mengerahkan drone termal untuk mendeteksi titik api dari ketinggian, sebelum personel darat bergerak memadamkan api di lokasi yang sulit dijangkau.

 

Kegiatan penanganan itu dilaksanakan pada Sabtu, 12 September 2026, di Lapangan Tembak Km 21, Kecamatan Bukit Batu, Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah. Personel Korpasgat yang tergabung dalam Tim Alpha Satuan Tugas Karhutla Provinsi Kalimantan Tengah bekerja bersama unsur TNI Angkatan Laut dan TNI Angkatan Darat. Penggunaan drone termal memungkinkan deteksi titik panas secara lebih akurat, termasuk di area yang tertutup vegetasi tebal atau medan yang tidak memungkinkan akses langsung.

 

Kapten Pas M. Hermanto Saputra, S.Tr.Han, Pasipers Yon Hanud 12 Pasgat sekaligus Komandan Tim Alpha Satuan Tugas Karhutla Provinsi Kalimantan Tengah, menjelaskan bahwa perangkat termal membantu personel mengetahui lokasi titik api sehingga penanganan dapat diarahkan pada area yang membutuhkan pemadaman.

 

Setelah titik api teridentifikasi, personel segera melakukan pemadaman dengan peralatan yang telah disiapkan. Selain alat pemadam api ringan (APAR), Tim Alpha juga membawa fireball sebagai pendukung. Alat ini berguna ketika selang pemadam tidak mampu menjangkau api yang terletak di celah-celah medan sulit atau di tengah semak yang lebat. Kondisi medan menjadi tantangan utama: tanah gambut yang mudah menyebar api di bawah permukaan, akses jalan terbatas, dan risiko asap tebal membuat kerja sama antara deteksi udara dan respons darat sangat krusial.

 

Pendekatan terpadu ini mencerminkan upaya Korpasgat untuk mendukung penanganan karhutla secara lebih efektif dan efisien. Dengan memadukan teknologi termal yang mampu menangkap perbedaan suhu dari udara dengan kemampuan personel di lapangan, proses pemadaman dapat dipercepat dan risiko perluasan api ditekan. Sinergi dengan unsur TNI lainnya terus diperkuat, mengingat kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan Tengah bukan sekadar persoalan lokal, melainkan ancaman yang berdampak pada kualitas udara, kesehatan masyarakat, serta ekosistem hutan yang menjadi paru-paru kawasan.

 

Melalui pemanfaatan drone termal dan kesiapan personel di medan, Korpasgat menegaskan komitmennya dalam menghadapi tantangan karhutla yang berulang setiap musim kemarau. Upaya ini diharapkan menjadi bagian dari strategi jangka panjang yang menggabungkan teknologi, koordinasi lintas matra, dan respons cepat di lapangan.

Post a Comment

أحدث أقدم