Jelang dan di awal digelarnya FIFA ASEAN Cup 2026, data Transfermarkt kembali menyorot satu fakta mencolok: Timnas Indonesia mendominasi daftar pemain dengan nilai pasar tertinggi di antara seluruh peserta. Dari 10 besar, tujuh di antaranya merupakan bagian dari skuad Garuda. Turnamen perdana yang digelar FIFA ini berlangsung 24 September hingga 5 Oktober 2026, dengan Indonesia sebagai tuan rumah Divisi 1 (Jakarta dan Bandung) bersama Malaysia, Singapura, Vietnam, Thailand, Filipina, serta dua tamu Bangladesh dan Pakistan. Divisi 2 digelar di Hong Kong.
Kevin Diks menempati posisi puncak dengan valuasi sekitar Rp86,91
miliar (setara €5 juta). Bek tengah
Borussia Mönchengladbach ini menjadi aset paling mahal di turnamen, bahkan
nilainya melebihi total market value seluruh skuad Singapura yang hanya sekitar
Rp59 miliar. Di belakangnya berdiri Hamza Choudhury dari Bangladesh (Rp69,53
miliar) yang berkarier di Championship Inggris bersama Sheffield United,
disusul Abdullah Iqbal dari Pakistan (Rp52,14 miliar), bek tengah Mjällby AIF
di Allsvenskan Swedia yang juga kapten tim nasionalnya.
Enam pemain Indonesia lainnya yang masuk daftar adalah Emil Audero
(Rp48,67 miliar), Calvin Verdonk (Rp43,45 miliar), Maarten Paes (Rp34,76
miliar), Dean James (Rp29,55 miliar), Justin Hubner (sekitar Rp17,38 miliar),
dan Thom Haye (Rp15,64 miliar).
Nicholas Mickelson dari Thailand ikut melengkapi daftar dengan valuasi serupa
Hubner di kisaran Rp17,38 miliar. Pakistan menempatkan dua pemain, sementara
Malaysia tidak memiliki satupun perwakilan di 10 besar.
Secara
keseluruhan skuad, Indonesia juga unggul jauh dengan total nilai pasar sekitar Rp377,79
miliar. Thailand menyusul di posisi kedua (sekitar Rp159 miliar), diikuti
Malaysia (Rp120 miliar) dan Bangladesh (sekitar Rp115 miliar). Angka-angka ini
mencerminkan dampak besar naturalisasi pemain-pemain berpengalaman Eropa yang
memperkuat Garuda dalam beberapa tahun terakhir, sekaligus menandai lompatan
valuasi Timnas Indonesia di tingkat regional.
Meski
demikian, nilai pasar hanyalah cerminan estimasi di bursa transfer berdasarkan
usia, kontrak, performa klub, dan potensi. Ia tidak secara otomatis menentukan
hasil di lapangan. FIFA ASEAN Cup 2026 justru menjadi panggung nyata untuk
menguji apakah dominasi di atas kertas itu bisa diterjemahkan menjadi prestasi.
Indonesia membuka kampanye di Grup A menghadapi Singapura pada 25 September di
Gelora Bung Karno, sementara Divisi 2 sudah dimulai hari ini.
Data
Transfermarkt ini memberikan gambaran menarik tentang peta kekuatan ekonomi
pemain di kawasan, sekaligus menegaskan bahwa Indonesia saat ini membawa
kontingen paling “berharga” di ajang baru yang digagas FIFA tersebut.

Posting Komentar