MOBIL TERBANG XPENG X2 Curi Perhatian di GIIAS 2026, Diperkirakan Bernilai Rp2 Miliar Lebih



Ajang Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026 tidak hanya menjadi panggung bagi kendaraan listrik terbaru, tetapi juga memperlihatkan bagaimana masa depan transportasi mulai diwujudkan. Salah satu daya tarik terbesar datang dari XPENG Indonesia yang membawa XPENG X2, kendaraan listrik berteknologi lepas landas dan mendarat vertikal (electric Vertical Take-Off and Landing/eVTOL) atau yang lebih dikenal sebagai mobil terbang.

 

Dipamerkan selama GIIAS 2026 yang berlangsung pada 30 Juli hingga 9 Agustus di ICE BSD City, Tangerang, XPENG X2 menjadi bagian dari demonstrasi ekosistem teknologi berbasis kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) yang diusung perusahaan melalui tema "Physical AI for All".

 

Kehadiran kendaraan terbang tersebut menunjukkan bahwa pengembangan mobilitas tidak lagi terbatas pada jalan raya. XPENG mulai memperluas inovasinya ke ruang udara melalui integrasi AI, teknologi otonom, dan sistem mobilitas cerdas yang saling terhubung.

 

CEO Erajaya Active Lifestyle, Djohan Sutanto, mengatakan tema yang diangkat XPENG tahun ini mencerminkan komitmen perusahaan menghadirkan teknologi AI yang dapat diterapkan secara luas, mulai dari kendaraan listrik hingga solusi mobilitas masa depan.

 

"Kami ingin memperlihatkan bagaimana teknologi berbasis kecerdasan buatan tidak hanya diterapkan pada kendaraan listrik pintar, tetapi juga menjadi bagian dari ekosistem mobilitas masa depan yang lebih terhubung, aman, dan mudah diakses. Ke depan, kami akan terus memperluas jaringan, memperkuat layanan, serta menghadirkan berbagai inovasi global XPENG bagi konsumen di Indonesia," ujar Djohan melalui rilis pers, Jumat.

 



XPENG menjelaskan bahwa X2 merupakan salah satu elemen penting dalam Physical AI Ecosystem, sebuah ekosistem yang menghubungkan kendaraan pintar, robotika, teknologi otonom, hingga kendaraan terbang dalam satu platform yang saling mendukung.

 

Secara global, XPENG X2 memang menjadi salah satu eVTOL yang cukup menyita perhatian karena dikembangkan sebagai solusi mobilitas udara perkotaan. Kendaraan ini dirancang menggunakan tenaga listrik dengan konfigurasi lepas landas dan mendarat secara vertikal sehingga tidak memerlukan landasan pacu konvensional. Konsep tersebut dinilai mampu menjadi alternatif transportasi masa depan untuk membantu mengurangi kemacetan di kota-kota besar, ketika regulasi dan infrastruktur pendukung telah tersedia.

 

Meski telah dipamerkan di berbagai negara, termasuk Indonesia, XPENG hingga kini belum mengumumkan harga resmi X2 untuk pasar global maupun Indonesia. Namun, sejumlah media internasional sebelumnya memperkirakan nilai kendaraan terbang tersebut berada di kisaran US$126.000 hingga US$140.000 atau sekitar Rp2 miliar hingga Rp2,3 miliar, tergantung kurs yang berlaku. Angka tersebut merupakan estimasi dan bukan harga jual resmi yang diumumkan oleh XPENG.

 

Saat ini, pengembangan kendaraan terbang XPENG juga terus berlanjut melalui divisi XPENG AeroHT yang tengah menyiapkan produk generasi berikutnya. Langkah tersebut menunjukkan keseriusan perusahaan dalam mengembangkan ekosistem mobilitas masa depan yang menggabungkan kendaraan darat, kecerdasan buatan, serta transportasi udara dalam satu sistem yang saling terintegrasi.

 

Melalui kehadiran XPENG X2 di GIIAS 2026, pengunjung tidak hanya disuguhi sebuah konsep kendaraan futuristis, tetapi juga memperoleh gambaran nyata mengenai arah perkembangan industri otomotif global. Kehadiran mobil terbang di pameran otomotif nasional menjadi sinyal bahwa inovasi transportasi udara berbasis listrik semakin mendekati tahap implementasi, meski masih membutuhkan dukungan regulasi, sertifikasi, serta infrastruktur sebelum dapat digunakan secara luas.

  


Post a Comment

Lebih baru Lebih lama