16 ABK KM Anaia Selamat Dievakuasi Basarnas Sulut dari Kapal Bocor di Perairan Biaro


Manado – Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Sulawesi Utara berhasil menyelamatkan seluruh 16 Anak Buah Kapal (ABK) KM Anaia yang mengalami kebocoran di ruang mesin saat menghadapi cuaca buruk di Perairan Biaro, Kabupaten Kepulauan Sitaro, Senin (25/5/2026) pagi.

 

Berikut daftar 16 ABK yang berhasil dievakuasi selamat:

 

1. Ferly Supriady Lumuhu (41) – Bitung 

2. Asup Hein David (62) – Bitung Tengah, Maesa 

3. Cristiando Bruruji (19) – Lembe, Papusungan 

4. Falentinus Nau (26) – Batu Putih 

5. Yohanes Kamurahang (34) – Bitung 

6. Peterson Karendehe (57) – Lembe Utara 

7. Gian Takapento (24) – Batu Putih 

8. Farel Kumadang (18) – Lembe 

9. Jodi Tingginehe (40) – Molas, Bunaken 

10. Fredik Mulaki (47) – Papusungan 

11. Naif Laoming (42) – Sanger 

12. Marvel Buruji (18) – Lembe 

13. Otniel Patroli (26) – Lembe, Papusungan 

14. Sadrik Yusuf (33) – Tahuna Timur 

15. Meydi Tumadang (42) – Lembe Selatan, Papusungan 

16. Alfraldi Sihure (20) – Lembe, Papusungan 

 

Kronologi Kejadian

 

KM Anaia sedang dalam perjalanan dari perairan Maluku menuju Bitung ketika cuaca buruk menerjang pada pukul 03.15 WITA. Kapal mengalami robekan di lambung kanan hingga menyebabkan kebocoran hebat yang masuk ke ruang mesin. Situasi semakin genting karena kapal mulai kehilangan kestabilan di perairan yang dikenal rawan gelombang tinggi pada musim transisi seperti saat ini.

 

Nahkoda segera melaporkan kejadian kepada pemilik kapal pukul 03.30 WITA. Informasi tersebut kemudian diteruskan ke Basarnas Sulut pada pukul 05.25 WITA. Hanya 21 menit kemudian, tepat pukul 05.46 WITA, Kantor SAR Manado langsung mengerahkan Tim Rescue beserta Awak Kapal Negara (ABK) KN SAR Jenis Rigid Buoyant Boat (RBB) untuk melaksanakan operasi pencarian dan pertolongan.

 

Evakuasi Cepat dan Sukses

 

Pukul 06.38 WITA, tim SAR gabungan tiba di lokasi. Seluruh ABK sudah berada di sekoci kecil yang juga mengalami kebocoran. Dengan sigap, tim melakukan evakuasi dan memindahkan semua korban ke atas KN SAR RBB dalam keadaan selamat dan sehat.

 

Setelah evakuasi selesai, kapal SAR kembali ke Dermaga Munte Likupang dan tiba pukul 08.40 WITA. Para ABK langsung menjalani pemeriksaan kesehatan oleh tim Puskesmas Mubune Likupang. Selanjutnya mereka didata dan diperiksa lebih lanjut di Kantor UPP Likupang.

 

Pukul 10.25 WITA, seluruh korban resmi diserahkan kepada pemilik kapal untuk dipulangkan ke keluarga masing-masing. Operasi SAR pun dinyatakan ditutup, dan seluruh unsur yang terlibat kembali ke kesatuan.

 

Apresiasi dari Kepala Basarnas Sulut

 

Kepala Basarnas Sulut, George Mercy Randang, menyampaikan apresiasi tinggi kepada seluruh pihak yang terlibat. Menurutnya, kerjasama yang cepat dan solid menjadi kunci keberhasilan evakuasi tanpa korban jiwa.

 

Unsur SAR yang terlibat dalam operasi ini meliputi: 

- Tim Basarnas Sulut 

- Polairud Polres Minahasa Utara 

- Kantor UPP Likupang 

- Puskesmas Mubune Likupang 

- Pemerintah Kecamatan Likupang Barat dan Pemerintah Desa setempat 

 

Kejadian ini kembali mengingatkan pentingnya keselamatan pelayaran di perairan Sulawesi Utara yang kerap dihadapkan pada cuaca ekstrem. Respons cepat Basarnas dan sinergi antarinstansi menjadi contoh baik penanganan darurat maritim di wilayah timur Indonesia.

 

Semoga para ABK segera pulih dan dapat berkumpul kembali dengan keluarga.

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama