Tragedi di Lebanon Selatan: Gerindra Kecam Keras Serangan yang Gugurkan Tiga Prajurit Perdamaian Indonesia


Konflik yang terus memanas di Lebanon Selatan kembali merenggut nyawa para penjaga perdamaian. Dalam waktu kurang dari 24 jam, tiga prajurit TNI yang bertugas dalam misi United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) gugur akibat rangkaian insiden yang melibatkan serangan di wilayah tersebut. Kejadian ini menambah daftar korban di tengah eskalasi ketegangan antara Israel dan kelompok bersenjata di perbatasan, yang telah mengganggu stabilitas kawasan sejak perang 2006.

 

Insiden pertama menimpa Prajurit Kepala Farizal Rhomadhon. Ia gugur ketika sebuah proyektil menghantam posisi pasukan UNIFIL di sekitar Ett Taibe (atau area dekat Adchit al-Qusayr). Sementara itu, dua rekan lainnya, Kapten Zulmi Aditya Iskandar dan Sersan Satu Muhammad Nur Ichwan, tewas dalam ledakan yang menghancurkan konvoi logistik UNIFIL di dekat Bani Haiyyan. Ledakan tersebut juga melukai beberapa personel lain. Ketiga prajurit ini sedang menjalankan tugas mulia menjaga perdamaian di bawah mandat PBB, sebuah kontribusi Indonesia yang telah berlangsung puluhan tahun sebagai salah satu kontributor terbesar pasukan perdamaian.

 

Ketua Fraksi Partai Gerindra DPR RI, Budisatrio Djiwandono, menyampaikan kecaman tegas atas peristiwa tersebut. Menurutnya, serangan yang menargetkan pasukan perdamaian PBB tidak dapat dibenarkan dan semakin memperburuk situasi kemanusiaan di lapangan.

 

“Fraksi Partai Gerindra mengecam rangkaian serangan Israel di Lebanon Selatan yang memperparah eskalasi konflik. Serangan terhadap pasukan perdamaian di bawah mandat PBB merupakan pelanggaran serius terhadap hukum humaniter internasional serta Resolusi Dewan Keamanan PBB nomor 1701. Tindakan tersebut semakin menjauhkan kita dari tujuan perdamaian dan tidak dapat dibenarkan dalam kondisi apa pun,” tegas Budisatrio.

 

Resolusi 1701 sendiri merupakan kesepakatan penting pasca-Perang Lebanon 2006 yang menyerukan penghentian permusuhan, penarikan pasukan asing dari selatan Lebanon, serta pembentukan zona penyangga untuk mencegah bentrokan berulang. Serangan terhadap UNIFIL dinilai banyak pihak sebagai pelanggaran langsung terhadap semangat resolusi tersebut, yang seharusnya melindungi pasukan netral yang bertugas menjaga gencatan senjata.

 

Budisatrio juga menyampaikan duka cita mendalam atas kehilangan tersebut. Ia menekankan bahwa gugurnya ketiga prajurit merupakan pukulan berat bagi bangsa Indonesia, mengingat dedikasi mereka dalam menjalankan tugas negara di tanah yang jauh.

 

“Atas nama Fraksi Partai Gerindra, kami mengucapkan belasungkawa yang sedalam-dalamnya kepada keluarga korban. Indonesia telah kehilangan tiga putra terbaik bangsa yang gugur ketika menjalankan tugas negara,” ujar Budisatrio. “Kami mendorong seluruh pihak untuk segera menghentikan eskalasi militer, menghormati kedaulatan negara dan hukum internasional, serta mengutamakan negosiasi untuk mencapai perdamaian,” lanjutnya.

 

Sebagai Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Budisatrio menegaskan dukungan fraksinya agar pemerintah Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri segera mendorong investigasi menyeluruh dan transparan bersama UNIFIL. Tujuannya tidak hanya mencari kejelasan penyebab insiden, tetapi juga memastikan pemenuhan hak-hak keluarga korban, termasuk kompensasi dan perlindungan.

 

“Kami akan terus berkomunikasi dengan Kemlu untuk memastikan seluruh rangkaian investigasi bersama UNIFIL dapat terlaksana secara menyeluruh dan transparan serta mampu membawa keadilan bagi keluarga korban. Fraksi Gerindra juga mendukung permintaan pemerintah kepada PBB untuk segera mengadakan rapat darurat Dewan Keamanan guna memastikan adanya langkah konkret untuk de-eskalasi serta perlindungan terhadap masyarakat sipil dan pasukan penjaga perdamaian,” tutup Budisatrio.

 

Tragedi ini mengingatkan kembali pentingnya komitmen internasional untuk melindungi pasukan perdamaian. Di tengah ketegangan yang berkepanjangan, harapan utama kini tertuju pada upaya diplomasi yang lebih kuat agar nyawa para penjaga perdamaian tidak lagi menjadi korban sia-sia, dan perdamaian sejati dapat terwujud di Lebanon Selatan.

Post a Comment

أحدث أقدم