Operasi pencarian seorang warga yang dilaporkan hilang di kawasan hutan Kelurahan Battang Barat, Kota Palopo, akhirnya membuahkan kabar melegakan. Setelah melalui upaya pencarian intensif, tim SAR gabungan berhasil menemukan Indo Rampa (51) dalam kondisi selamat pada Senin pagi (27/04).
Korban ditemukan sekitar pukul
09.00 WITA di area perkebunan yang berada di dalam kawasan hutan. Saat
ditemukan, kondisinya cukup lemah setelah diduga menghabiskan waktu berjam-jam
tanpa bantuan di medan yang tidak mudah dilalui. Meski demikian, korban masih
dalam keadaan sadar dan dapat diidentifikasi oleh tim penyelamat.
“Alhamdulillah, korban
atas nama Ibu Indo Rampa telah berhasil ditemukan oleh tim gabungan pada pukul
09.00 WITA. Kondisi korban saat ditemukan dalam keadaan selamat, namun cukup
lemas,” ujar Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A
Makassar, Muh. Arif Anwar.
Proses evakuasi langsung
dilakukan begitu korban ditemukan. Tim rescue bergerak cepat membawa korban
keluar dari lokasi yang cukup terpencil menuju titik evakuasi. Dari sana, Indo
Rampa segera dilarikan ke RS Palammai Tandi, Kota Palopo, untuk mendapatkan
penanganan medis lebih lanjut.
“Setibanya di titik
evakuasi, korban segera dilarikan ke RS Palammai untuk dilakukan observasi
medis guna memastikan kondisi kesehatannya kembali stabil,” tambah Arif
Anwar.
Operasi pencarian ini
melibatkan berbagai unsur, mulai dari Basarnas, BPBD Kota Palopo, Damkar,
Babinsa, hingga masyarakat setempat. Kolaborasi lintas instansi ini menjadi
faktor krusial dalam mempercepat proses pencarian, terutama di medan hutan yang
dikenal cukup menantang dengan akses terbatas dan kondisi alam yang tidak
terduga.
Selain kekuatan personel, tim
SAR juga mengerahkan peralatan yang disesuaikan dengan karakteristik wilayah
pencarian. Strategi ini terbukti efektif dalam mempersempit area pencarian
hingga akhirnya korban dapat ditemukan dalam waktu relatif cepat.
Dengan ditemukannya korban
dalam keadaan selamat, operasi SAR resmi dinyatakan selesai dan ditutup.
Keberhasilan ini menjadi bukti pentingnya koordinasi, kesiapsiagaan, serta
peran aktif masyarakat dalam situasi darurat.
“Kami mengucapkan terima
kasih kepada seluruh pihak yang terlibat, mulai dari instansi pemerintah hingga
masyarakat setempat yang telah bahu-membahu dalam proses pencarian ini,”
tutup Arif Anwar.
Peristiwa ini sekaligus
menjadi pengingat bahwa aktivitas di kawasan hutan memerlukan kewaspadaan
ekstra, mulai dari persiapan logistik, pemahaman medan, hingga komunikasi yang
memadai. Dalam kondisi darurat, sinergi dan respon cepat seperti inilah yang
bisa menjadi penentu antara keselamatan dan risiko yang lebih besar.

Posting Komentar