Evakuasi Dramatis Warga Terjebak Banjir Sesetan, Bali Masih Darurat!



Bali kembali dilanda banjir parah akibat cuaca ekstrem yang melanda pulau dewata ini sejak akhir pekan lalu. Hingga Selasa, 24 Februari 2026, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Bali mencatat puluhan hingga ratusan titik terdampak, dengan Denpasar dan Badung sebagai wilayah paling parah. Banjir merendam puluhan titik di Denpasar, termasuk kawasan Sesetan, Sanur, Renon, Sidakarya, dan lainnya, dengan ketinggian air mencapai 50-120 cm bahkan hingga 1 meter di beberapa lokasi seperti Jalan Gurita Sesetan.

 

Hujan lebat yang tak henti selama tiga hingga empat hari berturut-turut, disertai angin kencang, menyebabkan sungai meluap, tanggul jebol, pohon tumbang, tanah longsor, dan bahkan angin puting beliung di beberapa titik. BPBD melaporkan sekitar 76-90 titik bencana hingga Selasa sore, termasuk banjir di 42-51 titik, longsor di 5 titik, dan berbagai kerusakan infrastruktur. Ratusan warga, termasuk wisatawan di kawasan Legian, Kuta, Seminyak, dan Sanur, dievakuasi menggunakan perahu karet karena genangan air memutus akses jalan dan merendam hotel serta pemukiman. Tidak ada korban jiwa dilaporkan, tetapi kerugian material signifikan dan aktivitas wisata terganggu. BMKG Wilayah III Denpasar masih mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrem hingga 26 Februari 2026, dengan potensi hujan lebat lanjutan dan gelombang tinggi hingga 4 meter di pesisir.

 

Di tengah situasi darurat ini, TNI Angkatan Laut (TNI AL) melalui Satuan Tugas (Satgas) Penanggulangan Banjir Pangkalan TNI Angkatan Laut (Lanal) Bali kembali menunjukkan dedikasi tinggi dalam membantu masyarakat. Pada Selasa (24/2/2026), tim Quick Response Lanal Bali bergerak cepat mengevakuasi warga yang terjebak banjir di kawasan Sesetan, Denpasar Selatan.

 

Intensitas hujan tinggi sejak dini hari menyebabkan pemukiman warga terendam air setinggi pinggang orang dewasa. Respons cepat ini menjadi bukti nyata kesiapsiagaan TNI AL dalam menghadapi bencana alam, sejalan dengan komitmen untuk selalu hadir di tengah kesulitan rakyat.

 


Kolonel Laut (P) Cokorda G.P.P, Komandan Lanal Bali, menegaskan bahwa aksi ini merupakan implementasi langsung dari instruksi Kepala Staf Angkatan Laut (KASAL) Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali.

 

"Sesuai dengan arahan Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal), prajurit TNI AL harus senantiasa sigap dan memberikan respon cepat (fast response) terhadap bencana alam di wilayah kerja kami. Kehadiran TNI AL harus dirasakan manfaatnya secara langsung oleh rakyat," ujar Danlanal Bali saat memantau jalannya evakuasi di lapangan.

 

Dalam operasi evakuasi tersebut, Satgas Banjir Lanal Bali memprioritaskan kelompok rentan seperti lansia dan anak-anak yang terjebak di dalam rumah mereka. Warga yang sedang sakit segera dipindahkan ke lokasi aman atau posko kesehatan terdekat. Selain itu, tim juga melakukan pengamanan material penting milik warga, seperti barang berharga dan dokumen, untuk meminimalisir kerugian lebih lanjut akibat banjir.

 

Personel TNI AL menggunakan perahu karet (rubber boat) dan peralatan keselamatan lengkap untuk menjangkau rumah-rumah yang terisolasi. Aksi ini tidak hanya menyelamatkan nyawa, tetapi juga memberikan rasa aman bagi masyarakat yang panik di tengah genangan air yang terus naik.

 

Hingga berita ini disusun, personel Lanal Bali masih tetap berjaga di titik-titik rawan banjir. Mereka mengantisipasi kemungkinan luapan air susulan akibat hujan yang masih berpotensi turun deras. Lanal Bali secara tegas menghimbau masyarakat di wilayah pesisir dan dataran rendah untuk tetap waspada terhadap cuaca ekstrem. Posko Banjir Lanal Bali disiagakan 24 jam penuh untuk menerima laporan darurat dan memberikan bantuan cepat kepada warga yang membutuhkan.

 


Aksi kemanusiaan ini sejalan dengan perintah KASAL Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali agar seluruh satuan TNI AL terus bersiaga dan siap mendukung operasi tanggap bencana. TNI AL tidak hanya bertugas menjaga kedaulatan negara di laut, tetapi juga menjadi garda terdepan dalam melindungi keselamatan rakyat saat bencana melanda.

 

Kehadiran TNI AL di tengah banjir Bali kali ini menjadi inspirasi bagi masyarakat. Di saat pemerintah daerah dan instansi lain berupaya maksimal, kontribusi cepat dari prajurit berlambang jangkar ini menunjukkan solidaritas tinggi antara militer dan rakyat.

 

Banjir di Bali memang bukan hal baru, terutama di musim hujan dengan curah tinggi akibat perubahan iklim. Namun, respons sigap seperti yang ditunjukkan Lanal Bali membuktikan bahwa Indonesia memiliki kekuatan tangguh dalam menghadapi bencana. Masyarakat diimbau untuk tidak hanya bergantung pada bantuan, tetapi juga meningkatkan kewaspadaan, seperti membersihkan saluran air dan tidak membuang sampah sembarangan yang memperparah banjir.

 

Dengan kondisi cuaca yang masih tidak menentu hingga akhir Februari 2026, kolaborasi antara TNI, BPBD, dan masyarakat menjadi kunci utama untuk meminimalkan dampak. TNI AL melalui Lanal Bali telah menunjukkan contoh nyata: siap sedia, cepat tanggap, dan berpihak pada rakyat.

 

Semoga banjir segera surut, dan Bali kembali aman untuk warga serta wisatawan. Tetap semangat, Bali!

 

Post a Comment

أحدث أقدم