Operasi SAR Skala Besar KM Virgo Transport 8 di Laut Jawa: Sinergi Laut-Udara Paling Masif Diturunkan



Insiden hilangnya kontak hingga tenggelamnya kapal motor KM Virgo Transport 8 di perairan Tanjung Selatan, Kalimantan Selatan tepatnya di sekitar perairan Laut Jawa dekat Pulau Masalembu memicu pengerahan operasi pencarian dan pertolongan (Search and Rescue/SAR) skala besar secara terpadu. Kapal penumpang yang sedang menempuh rute pelayaran dari Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya menuju Pelabuhan Trisakti Banjarmasin tersebut dilaporkan kehilangan kontak pada Minggu (13/9) dini hari sekitar pukul 02.05 WITA di posisi 86 mil laut dari titik tujuan.

 

Menanggapi situasi darurat ini, TNI Angkatan Laut bersama Polri, Basarnas, dan seluruh pemangku kepentingan maritim langsung mengerahkan armada gabungan untuk melakukan penyisiran udara dan laut di lokasi kejadian.

 

Armada Gabungan dan Penyiapan Alutsista Terpadu

Guna memperluas cakupan penyisiran di perairan Laut Jawa, TNI AL menerjunkan alutsista inti mulai dari kapal perang KRI I Gusti Ngurah Rai-332, KRI Nala-363, KRI Pulau Fani-732, hingga KRI Canopus-936 dan KAL Kumai II-13-51. Pemantauan via udara diperkuat dengan hadirnya pesawat patmar CN-235 MPA P-8301, Helly AS 365 N3+, dan Helly Panther. Pemantauan dan pergerakan di lapangan turut dipantau langsung oleh Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi, Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii, serta jajaran Forkopimda Kalimantan Selatan, termasuk Danlanal Banjarmasin Kolonel Laut (P) Galih Nurna Putra. Langkah ini menegaskan komitmen tinggi penanganan musibah maritim melalui kerangka operasi militer selain perang (OMSP).

 

Di saat bersamaan, Korpolairud Baharkam Polri menggerakkan tiga kapal polisi terdekat dari wilayah BKO regional. KP Laksmana-7012 dikirim dari perairan Kalsel (estimasi tempuh 7 jam), KP Ibis-6001 dari Kalteng (estimasi tempuh 9 jam), dan KP Manyar-5003 dari Surabaya (estimasi tempuh 24 jam) setelah melakukan perbekalan ulang. Dukungan armada sipil dan instansi teknis lain seperti KN Laksamana milik Basarnas, KNP 382 milik KSOP, helikopter Polda Kalteng, helikopter Basarnas Surabaya, hingga sejumlah kapal niaga dan tugboat (KM Hai Da, KM Niki Mila Utama, TB TCP, TB Mauha IX, dan KM Cahaya Bahati Jaya) turut menyisir titik koordinat terakhir.

 



Perkembangan Data Korban dan Evaluasi Evakuasi

Terdapat sedikit penyesuaian data manifest Person On Board (POB) di lapangan seiring berjalannya proses verifikasi. Data awal mencatat jumlah penumpang dan kru sebanyak 240 orang, namun pemutakhiran data operasional hingga pukul 09.00 WIB mencatat POB mencapai 243 orang (terdiri atas 215 penumpang dan 30 awak kapal).

 

Proses evakuasi terus membuahkan hasil berkat bantuan perahu nelayan dan kapal lintas yang melintas di sekitar lokasi kejadian. Dari total korban yang berhasil dijangkau, 113 orang telah dievakuasi dengan 107 orang dinyatakan selamat dan 6 orang korban meninggal dunia. Tim SAR gabungan kini memfokuskan seluruh daya untuk menyisir sisa korban yang masih dinyatakan hilang di tengah gelombang Laut Jawa.

 

Karopenmas Divhumas Polri Brigjen Pol. Trunoyudo Wisnu Andiko mengatakan, prioritas Polri saat ini adalah mendukung pencarian dan penyelamatan terhadap penumpang maupun awak kapal yang masih belum ditemukan.

 

“Polri memberikan dukungan penuh dalam operasi SAR KM Virgo Transport 8. Prioritas utama saat ini adalah pencarian, penyelamatan, dan evakuasi seluruh penumpang maupun awak kapal yang masih dalam proses pencarian. Polri bersama Basarnas, TNI AL, KSOP, pemerintah daerah, dan seluruh unsur terkait terus bergerak secara terpadu untuk mempercepat proses pencarian di lokasi,” ujar Brigjen Pol. Trunoyudo, Minggu (13/9/2026).

 

Mengenai dinamika jumlah korban dan penyisiran area perairan, Trunoyudo merincikan bahwa seluruh alutsista difokuskan untuk bergerak cepat memanfaatkan golden time penyelamatan.

 

“Data sementara mencatat 243 orang berada di kapal. Sebanyak 113 orang telah berhasil dievakuasi, terdiri dari 107 orang selamat dan enam orang meninggal dunia. Sementara 130 orang lainnya masih dalam proses pencarian. Polri bersama seluruh unsur SAR akan terus melakukan upaya maksimal untuk menemukan dan mengevakuasi mereka yang masih dalam pencarian,” jelas Trunoyudo.

 

Guna memastikan pergerakan evakuasi tidak terhambat kendala teknis logistik, sinergi antarlembaga terus diperluas dengan melibatkan Kantor SAR Banjarmasin, KSOP, Ditpolairud Polda Kalsel, Distrik Navigasi, Pelindo, Karantina Kesehatan Pelabuhan, hingga agen pemilik kapal.

 

“Kekuatan SAR terus diperkuat. Tidak hanya tiga Kapal Polisi, tetapi juga terdapat kapal-kapal dari unsur lainnya, dukungan dua unit helikopter, personel Basarnas, KSOP, TNI AL, Polairud, serta tim pendukung lainnya. Seluruh kekuatan ini bergerak untuk memperluas area pencarian dan mempercepat proses evakuasi,” kata Trunoyudo.





Integrasi Posko Pelayanan, Layanan Pengaduan, dan Tim DVI

Sebagai pusat penanganan darurat di darat, Posko Utama Operasi SAR didirikan di Dermaga Trisakti Banjarmasin sebagai simpul komando, integrasi data, dan pemantauan evakuasi. Karena titik keberangkatan berasal dari Jawa Timur, Ditpolairud Polda Jatim turut memberangkatkan sembilan personel SAR untuk memperkuat integrasi lapangan.

 

Selain itu, Polres Pelabuhan Tanjung Perak membuka Posko Pelayanan dan Pengaduan di Pelabuhan Penumpang Gapura Surya Nusantara Tanjung Perak, Surabaya. Posko ini diperkuat personel gabungan dari kepolisian, tim kesehatan, Biddokkes, Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Jatim, dan BPBD Jatim. Bagi pihak keluarga yang membutuhkan akses cepat, Polri menyediakan layanan Call Center 110 serta kontak penanganan khusus Polres Pelabuhan Tanjung Perak di nomor 081918600000.

 

Sebagai bentuk antisipasi krisis, penanganan post-mortem dan ante-mortem disiapkan secara serentak di enam posko DVI yang tersebar di wilayah Jawa Timur dan Kalimantan Selatan:

 

·         Jawa Timur: Posko DVI Antemortem Dokkes Polda Jatim (Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya), Posko DVI Antemortem Pelabuhan Sumenep, dan Posko DVI Postmortem RS Bhayangkara Surabaya.

 

·         Kalimantan Selatan: Posko DVI Postmortem RS Bhayangkara Banjarmasin, Posko DVI Postmortem RSUD Ulin Banjarmasin, serta Posko DVI Antemortem Biddokkes Polda Kalsel (Pelabuhan Trisakti).

 

Trunoyudo menegaskan, pengerahan unsur DVI dilakukan sebagai bagian dari kesiapan Polri dalam menangani seluruh tahapan penanganan korban.

 

“Polri tidak hanya memperkuat pencarian dan evakuasi, tetapi juga menyiapkan seluruh dukungan yang diperlukan, termasuk DVI, kesehatan, posko pelayanan, dan jalur komunikasi bagi keluarga. Semua dilakukan untuk memastikan penanganan korban berjalan secara profesional, akurat, dan manusiawi,” tuturnya.

 

Operasi kemanusiaan ini ditargetkan berlangsung secara bertahap dan intensif hingga keberadaan seluruh korban hilang mendapatkan kepastian.

 

“Kami memahami bahwa keluarga korban saat ini membutuhkan kepastian dan informasi. Karena itu, Polri bersama seluruh unsur SAR akan terus bekerja dan berkoordinasi. Kami mengimbau masyarakat dan keluarga penumpang untuk tetap tenang serta memperoleh informasi melalui kanal resmi. Upaya pencarian akan terus dilakukan secara maksimal hingga seluruh korban yang masih dalam pencarian dapat ditemukan dan dievakuasi,” pungkas Trunoyudo.

 

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama