Pertemuan Erick Thohir dengan Menpora Malaysia: Membangun Kerja Sama Olahraga Menuju SEA Games 2027


Pada Selasa, 10 Februari 2026, Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia, Erick Thohir, menerima kunjungan dari Menteri Belia dan Sukan Malaysia, Muhammed Taufiq Johari. Pertemuan yang berlangsung di Jakarta ini menghasilkan kesepakatan penting untuk mempererat kerja sama antara kedua negara di bidang olahraga dan kepemudaan. Fokus utamanya adalah meningkatkan prestasi olahraga sekaligus membangun karakter generasi muda yang lebih baik di kawasan Asia Tenggara.

 

Diskusi antara kedua menteri berjalan sangat hangat dan lancar. Erick Thohir sendiri mengungkapkan alasan di balik kemudahan percakapan itu. “Beliau ternyata adalah keluarga besar masyarakat Indonesia karena 7 tahun kuliah di Indonesia dan istrinya juga orang Indonesia. Beliau juga mengerti bagaimana kecintaan masyarakat Indonesia terhadap olahraga. Sehingga diskusi kami mengalir lancar dan berbuah kesepakatan,” kata Erick Thohir.

 

Kedekatan pribadi ini membuat pembicaraan tidak hanya formal, tapi juga penuh pemahaman bersama. Keduanya sepakat bahwa olahraga bukan sekadar kompetisi, melainkan alat untuk memperkuat hubungan antarnegara dan membentuk pemuda yang tangguh serta berintegritas.

 

Salah satu topik yang paling menonjol dalam pertemuan tersebut adalah persiapan menuju SEA Games 2027. Ajang olahraga terbesar di Asia Tenggara ini akan digelar di Malaysia, dengan tuan rumah secara terbuka menyatakan target menjadi juara umum. Ambisi ini tentu saja akan membuat persaingan semakin ketat bagi negara-negara lain, termasuk Indonesia.

 

“Kami berdiskusi mengenai persiapan SEA Games 2027 di mana Malaysia sebagai tuan rumah menargetkan diri menjadi juara umum. Otomatis saingan kita untuk memperebutkan posisi kedua semakin berat, ada Filipina, Thailand dan Vietnam yang siap mendominasi SEA Games dengan kekuatan merata. Kita harus akui SEA Games tahun depan sangat kompetitif. Tapi hal ini tidak membuat kita ciut, kita akan mulai matangkan persiapan para atlet sejak tahun ini,” ujar Erick Thohir.

 

Pernyataan itu mencerminkan sikap realistis sekaligus optimis. Erick Thohir menekankan bahwa persaingan yang ketat justru menjadi motivasi untuk bekerja lebih keras. Indonesia tidak ingin hanya menjadi penonton dalam event besar ini. Sebaliknya, timnas Indonesia akan dipersiapkan secara matang mulai dari sekarang, agar bisa tampil maksimal dan merebut posisi terhormat di klasemen akhir.

 

Lebih dari itu, Erick Thohir juga menyoroti pentingnya kualitas penampilan atlet. Ia ingin agar hanya atlet-atlet terbaik yang dikirim ke SEA Games. Hal ini bukan hanya untuk meraih medali, tapi juga untuk menjaga nilai dan daya tarik ajang tersebut.

 

“SEA Games bukanlah sekedar pertandingan, tapi ada value yang harus kita jaga. Saya tadi bicara dengan Beliau bahwa kita harus dorong atlet terbaik yang tampil. Penonton semakin banyak, semakin viral. Kita tunjukkan kehebatan atlet Asia Tenggara pada dunia,” tambahnya.

 

Menurut Erick, ketika atlet terbaik bertanding, pertandingan menjadi lebih menarik dan bermakna. Penonton akan berdatangan lebih banyak, baik di venue maupun melalui siaran langsung. Dampaknya, olahraga regional ini bisa semakin dikenal dunia, sekaligus menginspirasi generasi muda untuk terlibat lebih aktif dalam cabang olahraga.

 

Selain membahas persiapan kompetisi, pertemuan ini juga menyentuh isu jangka panjang yang tak kalah penting: kesejahteraan atlet setelah masa keemasan mereka berakhir. Erick Thohir melakukan studi banding terhadap program dana pensiun atlet yang sudah berjalan di Malaysia. Program ini menjadi salah satu contoh baik bagaimana sebuah negara memikirkan masa depan para pejuang olahraganya.

 

"Semangat kami sama, kami ingin memajukan prestasi olahraga di masing-masing negara sehingga menjadi kekuatan asia tenggara di pentas dunia. Bukan cuma prestasi, tapi kita pikirkan juga masa depan atlet, maka tadi saya benchmarking terhadap program dana pensiun untuk atlet yang sudah berjalan saat ini di Malaysia," jelas Erick Thohir.

 

Ia menilai bahwa prestasi olahraga yang tinggi harus diimbangi dengan perhatian terhadap kesejahteraan atlet pasca-pensiun. Dengan adanya dana pensiun yang terstruktur, atlet bisa fokus berlatih tanpa khawatir tentang masa depan finansial. Pendekatan ini sejalan dengan visi Erick Thohir untuk menjadikan olahraga Indonesia tidak hanya kuat di lapangan, tapi juga berkelanjutan dalam mendukung para atletnya.

 

Kerja sama yang disepakati kedua menteri tidak terbatas pada SEA Games saja. Ada komitmen untuk terus berkolaborasi dalam berbagai program, mulai dari pertukaran pelatih, pelatihan bersama, hingga inisiatif pembangunan karakter pemuda melalui olahraga. Tujuannya adalah menciptakan sinergi yang lebih erat di kawasan Asia Tenggara, sehingga wilayah ini bisa tampil lebih kompetitif di level internasional, seperti Asian Games atau bahkan Olimpiade.

 

Pertemuan ini juga menunjukkan bahwa hubungan Indonesia dan Malaysia di bidang olahraga berada pada tingkat yang positif. Kedua negara memiliki semangat yang sama: ingin melihat Asia Tenggara bangkit sebagai kekuatan olahraga dunia. Dengan saling mendukung dan berbagi pengalaman, bukan mustahil jika kawasan ini bisa melahirkan lebih banyak atlet kelas dunia di masa mendatang.

 

Bagi Indonesia, langkah awal sudah dimulai. Persiapan SEA Games 2027 akan ditingkatkan intensitasnya sejak tahun ini. Erick Thohir menegaskan bahwa tim akan bekerja keras, tidak hanya untuk meraih medali, tapi juga untuk menjaga semangat sportivitas dan kebanggaan nasional. Sementara itu, pembelajaran dari Malaysia soal dana pensiun atlet akan menjadi bahan evaluasi untuk memperbaiki sistem di tanah air.

 

Secara keseluruhan, pertemuan ini lebih dari sekadar diplomasi olahraga. Ini adalah bukti bahwa melalui olahraga, negara-negara tetangga bisa saling menguatkan, berbagi visi, dan membangun masa depan yang lebih baik bagi pemuda. SEA Games 2027 di Malaysia diprediksi akan menjadi salah satu edisi paling kompetitif dalam sejarah. Namun, justru di tengah persaingan sengit itulah, nilai-nilai olahraga sejati akan semakin terpancar.

 

Indonesia siap menghadapi tantangan ini dengan persiapan matang, semangat juang tinggi, dan dukungan penuh dari seluruh elemen bangsa. Mari kita dukung para atlet kita agar bisa tampil maksimal, mengharumkan nama Indonesia, dan menunjukkan kepada dunia bahwa Asia Tenggara memiliki talenta luar biasa yang patut diperhitungkan.

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama